Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pesan Presiden di Munas V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia

Pesan Presiden di Munas V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia
Pesan Presiden di Munas V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia

Reporter : Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Istana Negara pada, Jumat, (26/3/2021).

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh Bupati yang telah bekerja keras mendampingi masyarakat dalam menghadapi pandemi serta membantu mengeksekusi program pemerintah pusat.

Presiden Jokowi mengingatkan para Bupati terkait penanganan pandemi dan berhati-hari terhadap risiko penularan Covid-19.

“Ini juga perlu saya ingatkan tugas kita dalam penanganan pandemi Covid-19 ini belum berakhir, belum selesai. Risiko penyebaran Covid-19 ini masih ada, dan juga aktifitas ekonomi yang harus kita gerakkan. Hati-hati risiko penyebaran Covid-19,” kata Presiden Jokowi  di Istana Negara secara virtual, Jumat, (26/3/2021).

Presiden memaparkan beberapa strategi terkait program-program strategis yang perlu dikawal dan di prioritaskan, dalam rangka penanganan pandemi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional (PEN). Di antaranya :

Konsolidasi

Jokowi mengatakan bahwa konsolidasi harus dilakukan, mengingat kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil lantaran pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Artinya apa, rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu harus betul-betul dilihat. Yang biasanya nggak buka secara detil sekarang buka secara detil. Cek secara detil. Kemana larinya. Output nya apa nanti, Outcome nya apa nanti, semuanya harus dikalkulasi semuanya harus diinput. Jangan membelanjakan untuk banyak pos belanja,” tegas Jokowi.

Menurutnya, anggaran harus mengikuti prioritas dari masing-masing Bupati dan dalam penganggaran harus berfokus pada hal-hal esensial.

“Anggaran itu terbatas, APBN juga terbatas, APBD juga terbatas. Jangan di ecer-ecer, jangan dibagi rata untuk semua unit organisasi yang ada di kabupaten,” tambahnya.

Perencanaan Matang

Presiden meminta para Bupati untuk melakukan perencanaan yang matang dan menyeluruh, sesuai dengan kebutuhan dan manfaatnya bagi masyarakat. Juga mengingatkan pentingnya manajemen perencanaan yang baik.

“Yang paling penting juga manajemen pengawasan, manajemen kontrol harus dilakukan. ini masalah manajemen, banyak terjadi adalah miss manajemen,” ujar Jokowi.

Penanganan Pandemi Covid-19, jangan Lengah

Dikatakannya, dalam menangani Covid-19 erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten, Kota, Provinsi, hingga Nasional. 

“Saya cek di Kabupaten dan Kota, selalu harian saya cek. Yang sembuh semakin banyak. Tapi sekali lagi jangan lengah. Lakukan testing, tracing dan treatment. Jangan sampai lepas dari ini. Terutama yang masih zona merah, zona oranye. Harus didorong, ditekan terus agar masuk zona hijau,” imbuhnya.

Presiden juga meminta agar pelaksanaan program vaksinasi dapat diawasi dan dikawal dengan detail, dengan mendahulukan tempat-tempat dengan tingkat interaksi dan mobilitas yang tinggi, seperti terminal dan pasar.

 “Pastikan proses vaksinasi berlangsung dengan cepat. Siapkan vaksinatornya dengan baik,” kata dia.

Percepatan Pemulihan Ekonomi

Ditambahkannya, percepatan pemulihan ekonomi di daerah dapat dilakukan dengan berbagai macam program padat karya seperti membangun infrastruktur sekolah, akses jalan, dan irigasi. Hal itu mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Selain itu, ia juga meminta agar para Bupati membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kendati pemerintah pusat telah memberikan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif sebesar Rp2,4 juta.

“Tapi kalau para Bupati anggarannya ada dan bisa diberikan, berikan tambahan ke sana. Pedagang pasar, pedagang asongan, pedagang kali lima. Mereka yang terdampak atau kalau daerahnya ada pariwisata, itu yang paling terdampak. Berikan suntikan dana ke sana,” kata Jokowi.

“Tapi gas dan remnya harus diatur. Kalau buka pasar, covidnya naik, hati hati, stop dulu. Per sektor dulu, ngga usah tergesa gesa,” sambungnya.

Dukung Sektor Ekspor dan Investasi

Presiden Jokowi juga meminta para Bupati untuk mendukung dan memberikan pelayanan terbaik dalam rangka menunjang sektor ekspor dan investasi, terlebih bagi para produsen dan pelaku UMKM yang memiliki kesempatan untuk melakukan ekspor.

“Kalau ada investasi datang di Kabupaten, tolong dilayani dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai sekarang ini di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) kita ada online single submision yang sangat cepat, tetapi begitu keluar dari sana harus ke Provinsi harus ke Kabupaten harus ke Kota. Kemudian di daerah ini juga harus cepat,” terang Jokowi.

“Karena kunci ekonomi kita sekarang itu ada di dua tadi. Investasi dan ekspor. karena APBN itu terbatas,” lanjutnya.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.