Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Onthel, Meski Tua Tetap Dicinta (Episode 3)

Onthel, Meski Tua Tetap Dicinta (Episode 3)
Onthel Gazelle

Penulis: Dadan Hardian


TVRINews, Jakarta


Onthel memang unik. Di Indonesia, sepeda ini penuh sejarah dan sampai saat ini tak tergerus zaman. Ada yang sebut, sepeda kumbang, sepeda kebo, sepeda onta atau sepeda jengki. 

"Onthel sesungguhnya memiliki makna kayuh. Sepeda yang dikayuh dengan kaki," ujar Budi. 

Kata Budi, sepeda Ontel memiliki banyak jenis.Satu jenis mengeluarkan beberapa seri dan tipe. Pulau Jawa merupakan tempat paling banyak dijumpai alat transportasi sebelum dan sesudah Indonesia merdeka itu. 

Sepeda Onthel paling booming di Indonesia, yaitu merek Burgers, Fongers, Gazelle, Magneet, Raleigh, Simplex, Sunbeam buatan Holland. Sedang pabrikan Inggris, yakni Philip, Batafus dan The Mister. 

Budi mengambil cangkir yang tergeletak di atas keramik lantai teras rumahnya. Kopi hitam yang tinggal sedikit itu diteguknya. 

Cangkir diletakkan kembali ke tempat asal. Budi kembali menjelaskan tentang Onthel Gazelle. 

"Ini Onthel Gazelle," kata Budi menepuk sadel lalu menunjuk tulisan Gazelle di tengah stang sepeda. 

Menurutnya, Gazelle golongan sepeda paling diterima di Indonesia. Dilihat dari sisi, kenyamanan, dan dari nilai ekonomisnya yang stabil. Sepeda ini buatan Belanda. 

"Kalau Gazelle, itu yang jelas dari emblem (lambang). Meski emblem itu bisa ditempel ulang, tapi saya tahu apakah emblem itu asli atau bukan," terangnya. 

Gazelle juga memiliki nomer rangka. Letaknya di  sebelah kanan di bawah sadel. Nomernya tergantung tahun keluaran sepeda itu. 

Misal Gazelle dengan nomer rangka 422151, artinya produksinya menunjukkan tiga digit pertama itu tahun diproduksinya dari pabrik yang ke 4202 , keluaran tahun 1933-34.

"Jadi umur sepeda itu, misal sekarang tahun 2021 tinggal dikurangi tahun sepeda itu. Tahun 2021-1933, nah segitulah umur seepda itu," ungkap Budi. 

Ciri lain Gazelle asli bukan tiruan, kata Budi, mulai bentuk frame beda dengan Onthel lain. Pertama, jarak batang dengan spakbor (selebor) belakang  kurang dari 1 inci. 

Kemudian crank atau gir depan, yang asli gambarnya hewan kijang loncat dan ada titik di As nya. Lalu, di batang depan ada tulisan Gazelle pahatan. 
Tulisan angka nomer seri, rapi dan simetris. Kalau tiruan biasanya tak teratur. 

Di stang ada tulisan Gazelle  yang rapi dan simetris. Baut baut sepeda  terbuat dari tembaga khusus. Jari-jari  sepeda sudah pasti berjumlah 26. Bentuk velg cembung di bagian tengah. 

Kemudian pedal kayuhnya terdapat tutup mahkotam. Karet pedal umumnya warna krim, ada juga hitam, dan kerangkanya simetris, kuat dan kekar. 

Sedangkan sadelnya  memiliki jumlah batang kerangka tiga helai, per belakang spiral mirip kelabang. 

"Ini ciri-ciri secara umum Gazellle. Dan Gazelle banyak varian atau tipe yag dikeluarkan banyak sekali," jelas Budi. 

Gazelle pada masanya memiliki segmen kelas tersendiri bagi pemiliknya. 

"Untuk harganya pada masa itu sekitar tahun 50an, Gazelle seri 10 dan 11 itu harganya sebangding dengan dua ekor sapi besar atau 1 ons emas 24 karat saat itu. Bayangkan," kata Budi. 

Pengetahuan Budi tentang Gazelle dan  jenis Onthel lainnya diamini Tugiono. Sepuh berusia 70 tahun Ketua Persatuan Dalang Indonesia (Peradi) DKI angkat bicara. 

"Terima kasih dengan adanya Budi. Kami (pecinta Onthel) terbantu dengan pengetahuannnya. Dia orang di zamannya untuk mengetahui soal Onthel. Di Jakarta, mungkin langka yah orang seperti Budi. Dia juga orang yang memiliki keingginan untuk melestarikan Onthel dengan keilmuannya,"aku pria yang dipanggil mbah itu. 

 

(bersambung


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.