Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Menko PMK Minta Anak-Anak Korban Gempa Sumatera Barat Tetap Mendapat Pendidikan

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Pasaman

 

 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta walaupun dalam situasi pascabencana, anak-anak korban gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar), harus dipastikan tetap mengenyam pendidikan. 


Meskipun berada di pengungsian namun proses pembelajaran diharapkan bisa berjalan lancar dan terfasilitasi dengan baik.


“Nanti tahapnya untuk anak-anak ini tentu saja didata. Sekolahnya di mana, kondisi sekolahnya gimana, rusak berat atau rusak ringan, masih bisa digunakan atau tidak untuk tatap muka. Kalau sudah tidak bisa digunakan nanti akan dipasang tenda. Kemendikbud punya tenda cukup banyak,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana gempa di Sumbar, Jumat (4/3/2022). 


Pada kesempatan itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga meminta pemerintah daerah dan para pihak terkait agar segera mempercepat proses validasi data pengungsi bencana gempa bumi Sumatera Barat (Sumbar).


“Masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 10 Maret mendatang, maka perlu segera dilakukan percepatan data validasi pengungsi. Ini kaitannya dengan bantuan-bantuan yang akan diberikan kepada mereka (pengungsi), termasuk uang tunggu,” ujar Muhadjir.


Lebih lanjut, Muhadjir juga menjelaskan, para pengungsi nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa uang tunggu. 


Bantuan uang sebesar Rp.500 ribu per-KK perbulan itu diberikan selama berada di hunian sementara sambil menunggu hunian tetap akan kembali dibangun.


Berdasarkan hasil pantauan selama kunjungan, pelaksanaan tanggap darurat mulai dari pencarian dan pertolongan terhadap korban, pemenuhan kebutuhan  dasar pengungsi, penanganan kesehatan dan pemulihan dini sudah berjalan baik. Hanya sarana untuk kebersihan, sanitasi, dan MCK di tempat pengungsian masih belum tercukupi.


“Tadi saya langsung telepon ke Pak Sekjen KemenPUPR untuk bisa segera disiapkan oleh PUPR, disamping tentu saja ada bantuan-bantuan dari instansi. Mungkin saja termasuk TNI/Polri, kalau ada MCK mobile yang bisa ditarik untuk mendukung kebutuhan MCK di tempat-tempat pengungsi, agar segera dikirim,” ujar Muhadjir.


Muhadjir menambahkan bahwa bantuan diharapkan tidak hanya datang dari kabupaten/kota di Sumbar, tetapi juga dari provinsi lain terutama yang berdekatan seperti Sumatera Selatan, khususnya untuk kebutuhan fasilitas-fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.


Antara jumlah korban yang membutuhkan dengan bantuan yang disediakan juga harus imbang. Terutama menyangkut kebutuhan anak-anak balita yang mengungsi di tenda harus benar-benar terpenuhi termasuk pengungsi rentan seperti ibu hamil dan Lanjut Usia (lansia).


Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 dengan kedalaman 10 km mengguncang wilayah Provinsi Sumbar pada Jumat (25/2/2022) dengan titik episenter gempa berada di Pasaman. 


Gempa juga dirasakan di lima kabupaten lain yang turut terdampak dan sampai saat ini masih seringkali terjadi gempa susulan namun dengan kekuatan magnitudo yang lebih lemah.


Adapun data total korban per-2 Maret 2022 pukul 21.00 WIB, 13 orang meninggal dunia, 29 luka berat, 86 luka ringan, 15.553 jiwa mengungsi. Sementara infrastruktur terdampak 3.094 rumah rusak, 29 rumah ibadah, 33 sekolah, 10 fasilitas layanan kesehatan, dan 5 perkantoran.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.