Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Menkeu: Presidensi G20 Indonesia Akan Tingkatkan Konsumsi Domestik Hingga USD190,2 Juta

Menkeu: Presidensi G20 Indonesia Akan Tingkatkan Konsumsi Domestik Hingga USD190,2 Juta
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa penyelenggaraan forum G20 di Indonesia tahun depan akan meningkatkan konsumsi domestik hingga USD190,2 juta.

Penulis : Naufal Lanten


TVRINews, Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa penyelenggaraan forum G20 di Indonesia tahun depan akan meningkatkan konsumsi domestik hingga USD190,2 juta serta menghasilkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar USD533 juta.


“Kami mengharapkan dampak penyelenggaraan G20 di banyak kota oleh banyak kementerian serta organisasi, juga akan meningkatkan konsumsi domestik sebesar USD190,2 juta dan juga menciptakan USD533 juta pada PDB,” kata Sri Mulyani dalam acara Konferensi Internasional Road to Indonesia G20 secara virtual, Kamis (11/11).


Wanita yang akrab disapa Ani ini menambahkan dampak positif lainnya adalah terciptanya lapangan kerja. Dengan upaya untuk terus mengelola kondisi Covid-19 di tanah air, ia berharap sebagian besar kegiatan dilakukan dengan pertemuan fisik.


“Kami akan mengadakan sekitar 150 pertemuan dan acara sampingan yang akan berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Jadi kami berharap 33.000 pekerjaan akan tercipta dari berbagai sektor dari kegiatan ini saja,” ungkap Menkeu.


Lebih lanjut Ani menyatakan bahwa dengan memegang Presidensi G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kinerja perekonomian nasional yang membaik setelah melalui pandemi Covid-19, dan reformasi struktural yang dilakukan.


Dalam konferensi bertajuk ‘On Resilient and Sustainable Economic Recovery’ tersebut, ia juga berharap hasil substantif yang nyata dari keketuaan Indonesia di G20 mendatang. Adapun di bidang kesehatan, akan dibahas kesepakatan roadmap untuk membentuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi.


“Di bawah gugus tugas bersama Menteri Kesehatan dan Keuangan dapat memperkuat kemampuan ekonomi global semua negara untuk dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kemungkinan pandemi di tahun-tahun mendatang di masa depan,” tutur Ani.


Sedangkan pada agenda iklim, Mantan Direktur Bank Dunia ini berharap dapat memberikan pedoman tindak lanjut roadmap keuangan berkelanjutan yang saat ini sedang dikembangkan, termasuk bagaimana memanfaatkan pembiayaan internasional dan membuka investasi sektor swasta agar negara mana pun dapat mencapai NDC mereka atau target net zero emission.


Menkeu juga menyinggung tentang perpajakan internasional yang akan dicapai menyusul keberhasilan multilateralisme dalam menjawab tantangan global.


“Kami berharap pada masa kepresidesian Indonesia, akan ada kesepakatan tentang prinsip panduan sistem perpajakan internasional untuk mencapai perpajakan yang adil, sederhana dan merata, baik untuk negara maju maupun negara berkembang," ujar Ani.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar