Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Luhut Minta Produksi Oksigen 100 Persen untuk Kepentingan Medis

Luhut Minta Produksi Oksigen 100 Persen untuk Kepentingan Medis
Luhut Minta Produksi Oksigen 100 Persen untuk Kepentingan Medis

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Lonjakan kasus Covid-19 membuat permintaan akan kebutuhan oksigen meningkat 6-7 kali lipat. Untuk itu, pemerintah terus memastikan suplai oksigen medis serta kapasitas rumah sakit melalui Rumah Sakit Lapangan bisa terus tersedia untuk masyarakat guna menangani Covid-19. 

“Melaporkan rapat kemarin, pemerintah saat ini sedang memaksimalkan penggunaan produksi oksigen industri untuk menjadi oksigen medis. Kita pastikan suplai oksigen dan kapasitas Rumah Sakit agar mencukupi,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis yang diterima oleh TVRINews.com, Senin (5/7/2021).

Senada dengan Jodi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan agar produksi oksigen saat ini dialihkan 100 persen untuk kepentingan medis terlebih dahulu, artinya seluruh alokasi industri harus dialihkan ke medis.

Rencananya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan akan membuat database produsen dan distributor untuk ketersediaan oksigen, baik dengan memproduksi dari dalam negeri maupun melakukan impor. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan bahwa keamanan dan kebersihan oksigen bisa terjamin dan diperiksa dengan menggunakan teknologi analisis hazard operability

Sehingga, ia memastikan bahwa kapasitas oksigen fasa cair tersebut akan dioptimalkan 100 persen untuk kebutuhan medis. Sementara terkait import, sedang dilakukan konsolidasi dengan produsen untuk bisa memastikan kapasitas dan sumber oksigen.

“Saya kira kita bisa kerahkan oksigen produksi dalam negeri dan oksigen konsentrator untuk pasien isolasi. Oksigen konsentrator ini bisa kita impor melalui Kemenperin kalau sudah disetujui Kementerian Kesehatan,” ujar Luhut.

Ia berharap agar oksigen konsentrator bisa tersedia di hari Selasa atau Rabu. Untuk itu, Luhut menugaskan Kementerian Perindustrian untuk segera memastikan kapasitas dan sumber untuk oksigen impor sekaligus memastikan kedatangan oksigen tersebut.

Selain memastikan ketersediaan suplai oksigen, pemerintah juga berencana untuk mengkonversi Asrama Haji Pondok Gede menjadi RS Darurat Covid-19. Asrama tersebut memiliki kapasitas satu gedung untuk perawatan intensif, lima gedung untuk perawatan pasien Covid-19 gejala sedang, dan dua gedung untuk asrama perawat dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 785 buah.

“Saya minta Kemenkes, Pemprov, TNI, dan Polri menentukan titik-titik sentra vaksinasi yang akan terus beroperasi sampai 31 Desember 2021 disertai kapasitas vaksinasi harian dan jumlah tenaga vaksinator tersedia,” ujar Luhut.

Ia juga meminta Kemenkes untuk dapat mengerahkan mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk meningkatkan jumlah tenaga vaksinator yang ada. Mengingat, saat ini masih banyak titik-titik yang beroperasi hanya 2-3 minggu saja, hal ini menyebabkan capaian vaksinasi harian mengalami fluktuasi. 

“Mengenai vaksinasi saya pikir semua KTP berlaku dimana-mana, jangan sampai orang mau vaksin itu gak boleh karena KTP,” tutur Luhut


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.