Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Sering Terendam Banjir Rob, Ratusan Hektar Tambak di Pantura Subang Rusak

Sering Terendam Banjir Rob, Ratusan Hektar Tambak di Pantura Subang Rusak
Ratusan tambak ikan dan udang yang mengalami kerusakan akibat luapan rob berada di Kecamatan Legonkulon, tepatnya di Desa Mayangan dan Desa Legonkulon Wetan.

Penulis : Harry Rahmadani

TVRINews, Subang

 

Akibat sering terendam banjir air pasang laut atau rob, ratusan hektar tambak ikan dan udang di Pantura, Subang, Jawa Barat rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan para petani tambak setempat. Akibat kondisi tersebut para petani tambak merugi hingga miliaran rupiah.

Ratusan tambak ikan dan udang yang mengalami kerusakan akibat luapan rob berada di Kecamatan Legonkulon, tepatnya di Desa Mayangan dan Desa Legonkulon Wetan.

Tanggul tambak jebol, sehingga ikan dan udang yang ada di dalam tambak hanyut terbawa air. Bahkan dalam satu tahun terakhir, puluhan hektar tambak hilang tergerus air laut.

Ketinggian banjir rob mencapai sekitar satu meter. Rob muncul biasanya pada malam hari atau pagi hari.

"Akibat rob ini, kerugian petani diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah. Di daerah ini, ratusan hektar tambak, tampak kehilangan batas atau tanggul pemisah. Tambak memang terlihat berisi penuh air, tetapi sebagian besar tidak dimanfaatkan pemiliknya karena tidak memiliki batas," ujar seorang petani asal Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Subang, Asep Ruhdiat, Minggu (16/01/2022).

Ditambahkan Asep, rob juga diperparah dengan terjadinya abrasi. Saat ini, sejumlah petani tambak memilih tidak memanfaatkan tambak untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Kini, para petani tambak berharap agar Pemkab Subang membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satu upaya mengatasi dampak rob itu dengan menyusun batu-batu besar dan penanaman pohon bakau di sepanjang bibir pantai.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.