Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Jemaah Haji Diimbau Bayar DAM Sesuai Aturan Arab Saudi

Jemaah Haji Diimbau Bayar DAM Sesuai Aturan Arab Saudi
Juru Bicara PPIH, Akhmad Fauzin

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta
Pemerintah Arab Saudi melalui Perusahaan Motawif Jemaah Haji Asia Tenggara (Motowifs Pilgrims For South East Asian Countries Company) telah mengeluarkan surat petunjuk tentang pembayaran Dam dan Kurban Tahun 1443H. 

"Surat ditujukan kepada Perwakilan Misi Haji Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand," Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (22/6/2022). 

Baca Juga: Kisah Jemaah Haji Kehilangan Uang Rp20 Juta di Arab Saudi

Menurut Fauzin, surat edaran tersebut menginformasikan bahwa jemaah dapat membayar Dam melalui saluran pembayaran yang telah ditentukan Pemerintah Arab Saudi, yaitu Bank Pembangunan Islam (IsDB), Bank Al Rajhi, Pos Saudi, dan Situs (ADAHI).

"Jemaah diimbau untuk dapat melakukan pembayaran DAM sesuai saluran resmi yang telah ditentukan Pemerintah Arab Saudi, sehingga pelaksanaannya sesuai aturan dan tertib,” kata Fauzin.

Dalam edaran tersebut disebutkan bahwa keempat lembaga tersebut dipilih berdasarkan sejumlah kriteria berikut: 
a. Bank penerima setoran Dam adalah lembaga resmi yang ditunjuk Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sehingga akuntablitas kinerjanya bisa dipertanggungjawabkan; 

b. Memiliki lajnah thibbi yang bertugas menyeleksi binatang yang memenuhi syarat untuk dijadikan hadyu; 

c. Memiliki lajnah syar’i/fiqhi, yang bertugas mengawasi dan memastikan keabsahan penyembelihan, distribusi dan lainnya yang berkaitan dengan aspek fikih; 

d. Harga standard sehingga mendapat jaminan keamanan dari risiko unsur bisnis tak wajar dan unsur penipuan; 

e. Mencapai target, tepat sasaran dalam distribusi daging; dan

f. Menumbuhkan solidaritas sosial dan menciptakan kemaslahatan yang lebih luas.

“Kami mendorong agar PPIH Arab Saudi Bidang Bimbingan Ibadah dan PPIH Kloter segera melakukan koordinasi dan sosialisai ke jemaah haji,” ucap Fauzin.

“Pemerintah mengimbau jemaah tidak melakukan transaksi dengan calo dan penjaja/pedagang, tidak membeli kupon dari situs web yang mencurigakan,” tutur Fauzin.

Pembayaran Dam wajib dilakukan oleh jemaah haji Indonesia karena sebagian besar melakukan ibadah haji Tamattu’ (umrah dulu, baru berhaji). Pembayaran Dam atau denda berupa menyembelih hewan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.