Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenkes RI Jawab Tuduhan Kemenlu AS Terkait Aplikasi PeduliLindungi

Kemenkes RI Jawab Tuduhan Kemenlu AS Terkait Aplikasi PeduliLindungi
Kemenkes RI Jawab Tuduhan Kemenlu AS Terkait Aplikasi PeduliLindungi

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta


Kementerian Kesehatan telah menjawab tuduhan yang dilayangkan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat atas aplikasi PeduliLindungi yang dinilai tidak berguna dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Menurut Kemenkes tuduhan itu sebagai sesuatu yang tidak mendasar.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengajak masyarakat untuk membaca laporan asli dari US State Department yang isinya tidak ada tuduhan penggunaan aplikasi ini melanggar HAM. Ia meminta agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran.

“PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron” kata Nadia, Sabtu (16/4/2022).

Ia menegaskan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara masif memberikan dampak positif untuk melakukan kebijakan surveilans, selain fitur pencarian lokasi vaksin terdekat, fitur telemedisin dan pengiriman obat, fitur penerbitan dan dompet digital sertifikat Indonesia berstandar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kemudahan perjalanan Warga Negara Indonesia (WNI) lintas negara, fitur kartu kewaspadaan kesehatan untuk perjalanan domestik, dan data statistik untuk pengambilan keputusan strategis pemerintah.

PeduliLindungi telah bertransformasi menjadi layanan terintegrasi sehingga memudahkan penelusuran, pelacakan, pemberian peringatan, dan dalam rangka memfasilitasi tatanan kehidupan baru (new normal).

Aplikasi ini telah memuat prinsip-prinsip tata kelola aplikasi yang jelas, termasuk kewajiban untuk tunduk dengan ketentuan perlindungan data pribadi.

Pengembangan PeduliLindungi juga mengacu pada kesepakatan global dalam Joint Statement WHO on Data Protection and Privacy in the Covid-19 Response tahun 2020, yang menjadi referensi berbagai negara atas praktik pemanfaatan data dan teknologi protokol kesehatan Covid-19.

Aspek sistem keamanan dan perlindungan data pribadi pada PeduliLindungi menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Seluruh fitur PeduliLindungi beroperasi dalam suatu kerangka kerja perlindungan dan keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship.

Persetujuan (consent) dari pengguna telah menjadi layer dalam setiap transaksi pertukaran data, selain metadata dan data itu sendiri, misalnya pada fitur check in di area publik, akses pada perangkat, perekaman geolokasi, dan penghapusan history penggunaan. Fitur-fitur tersebut dihadirkan untuk merespon kebutuhan penanggulangan Covid-19 yang semakin dinamis.

Kementerian Kesehatan telah melakukan kerjasama strategis dengan berbagai pihak untuk memastikan sistem elektronik pada PeduliLindungi telah aman dan laik digunakan. Bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Kesehatan telah menerapkan sistem pengamanan berlapis yaitu pengamanan pada aplikasi, pengamanan pada infrastruktur (termasuk pusat data) dan pengamanan data terenkripsi.

PeduliLindungi telah melalui rangkaian penilaian aspek teknis dan legalitas dalam rangka pendaftaran sebagai penyelenggara sistem elektronik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan penempatan data di Pusat Data Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan demikian, PeduliLindungi merupakan sistem elektronik yang andal, aman, terpercaya, dan bertanggung jawab.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.