Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Diduga Proyek Bermasalah, Wabup Cianjur Sidak Pembangunan Jalan Senilai Rp.10,6 Miliar

Diduga Proyek Bermasalah, Wabup Cianjur Sidak Pembangunan Jalan Senilai Rp.10,6 Miliar
akil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengatakan terdapat sejumlah laporan terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan senilai Rp 10.601.969.996,32 itu yang diduga tidak sesuai dan bermasalah

Penulis: Yoga Andika Putra 

TVRINews, Cianjur 

 

Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Syahrudin melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) proyek pembangunan ruas Jalan Cijati-Cibungur, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang diduga bermasalah.

Sidak dilakukan untuk melihat dan memastikan pengerjaan proyek ruas jalan yang merupakan jalur tengah selatan Jabar yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dengan Sukabumi sesuai target dan perencanaan.

Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengatakan terdapat sejumlah laporan terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan senilai Rp 10.601.969.996,32 itu yang diduga tidak sesuai dan bermasalah.

Diantara laporan yang diterimanya, kata Mulyana, yaitu terjadinya keterlambatan kontrak yang seharusnya selesai pada 31 Desember 2021 lalu.

"Ada beberapa laporan yang kita terima, terkait pengerjaan proyek jalan  ini. Selain kontrak yang tidak selesai tepat waktu. Kualitas pekerjaan juga menjadi sorotan, terutama kualitas beton. Seperti di STA 1:800 ruas jalan itu, banyak beton yang pecah dan retak," kata Mulyana, kepada TVRINews.com, Kamis (20/01/2022).

Mulyana menegaskan, pihak pelaksana proyek agar segera menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan penambahan waktu pengerjaan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur.

"Untuk STA 1:800 kita rekomendasikan untuk dibongkar kembali. Karena, memang betonnya tidak sesuai dan banyak yang pecah dan retak," jelasnya.

Selain menyidak proyek pembangunan jalan, Mulyana juga mendatangi lokasi mini plan yang memproduksi beton untuk jalan tersebut.

"Pelaksana proyek agar memperhatikan kualitas pekerjaan dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Dinas juga sudah memberikan sanksi berupa denda atas keterlambatan pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu," ujarnya.

Pelaksana proyek pembangunan ruas Jalan Cijati-Cibungur, Lia Padlyah mengakui keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Disebutkan Lia, keterlambatan yang terjadi karena proses pengadaan yang sempat diulang.

"Sehingga cukup memakan waktu dalam proses pengadaannya. Belum lagi, kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga sangat berdampak pada proses pengecoran beton jalan," kata Lia.                                                                                                                                                                               


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.