Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenkes Izinkan Lansia Dapatkan Vaksinasi Booster dalam Interval 3 Bulan

Kemenkes Izinkan Lansia Dapatkan Vaksinasi Booster dalam Interval 3 Bulan
Kemenkes Izinkan Lansia Dapatkan Vaksinasi Booster dalam Interval 3 Bulan

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan kembali menerbitkan kebijakan terbaru sebagai upaya penanganan kasus Covid-19 meski angka sudah mulai melandai. Dalam hal ini, pemerintah menaruh perhatian lebih kepada kelompok lansia yang sudah berusia 59 tahun keatas.

Pada kesempatan ini, Kemenkes memberikan izin pemberian vaksinasi booster terutama bagi kelompok lansia (berusia diatas 60 tahun). Awalnya, vaksinasi booster diberikan minimal enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua, kini interval waktunya dibuat lebih singkat, penyuntikan dosis lanjutan bagi lansia bisa diberikan minimal tiga bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Kebijakan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/1123 /2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Lansia.

SE ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) tanggal 12 Januari 2022 serta rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional No ITAGI/SR/5/2022 yang dikeluarkan pada 21 Februari 2022.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyampaikan kombinasi regimen vaksin yang digunakan untuk vaksinasi booster lansia bisa secara homolog dan heterolog dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah.

Seluruh jenis vaksin yang telah mendapatkan EUA dari BPOM serta rekomendasi dari ITAGI bisa digunakan untuk percepatan vaksinasi booster lansia. Namun, karena vaksin Sinovac jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka untuk booster ini dapat menggunakan vaksin selain Sinovac.

Nadia menekankan agar percepatan vaksinasi booster lansia berjalan beriringan dengan vaksinasi primer. Pelaksanaannya juga harus merata di seluruh Indonesia, mengingat masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasi keduanya dibawah 70 persen dari populasi.

“Percepatan vaksinasi baik primer maupun booster perlu dilakukan mengingat pasien Covid-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksinasi, lansia dan orang dengan penyakit penyerta,” kata Nadia, Selasa (22/2/2022).

Ia mengajak masyarakat yang belum vaksinasi maupun yang belum melengkapi dosis primer juga booster terutama pada lansia agar segera melakukan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan atau sentra vaksinasi terdekat.

“Mengingat faktor risikonya yang tinggi, kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” ujar Nadia.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.