Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Olahraga

  • 0 Komentar

PSSI Akan Kaji Ulang Waktu Kick Off Pertandingan Liga 1 yang Dinilai Terlalu Malam

PSSI Akan Kaji Ulang Waktu Kick Off Pertandingan Liga 1 yang Dinilai Terlalu Malam
PSSI Akan Kaji Ulang Waktu Kick Off Pertandingan Liga 1 yang Dinilai Terlalu Malam

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk menginvestigasikan kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Liga 1 2022/2023 antara Arema Malang FC melawan Persebaya Surabaya yang bertajuk “Derby Jatim”.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) ini, telah memakan korban sampai saat ini sejumlah 129 orang meninggal dunia. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (2/10).

Salah satu hal yang menjadi sorotan netizen adalah waktu kick off yang terlalu malam, yakni pukul 20.00 WIB, terutama pada pertandingan besar yang mendatangkan supporter yang fanatik. Yunus pun mengakui bahwa sebelumnya Polda Jatim telah mengusulkan supaya waktu kick off laga Derby Jatim dipercepat. Namun, hal tersebut tidak diindahkan.

“Atas diskusi yang dilakukan oleh panitia pelaksana dan pihak keamanan, maka terjadi kesepahaman tetap dilakukan di malam hari,” kata Yunus, Minggu (2/10).

Dengan kejadian ini, PSSI akan mengevaluasi pelaksanaan kick off yang berlangsung pada malam hari. Yunus pun mengaku pihaknya telah mendapatkan banyak masukan agar waktu kick off bisa dipercepat. Walaupun begitu, ia menegaskan bahwa pemilihan waktu kick off merupakan kesepakatan bersama dari stakeholder yang terkait dalam pelaksanaan Liga 1 2022/2023.

“Walaupun didalam perjalanan terjadi beberapa hal yang ternyata tidak baik bagi kelangsungan kompetisi Liga 1. Ini jadi pertimbangan bagi PSSI dan PT LIB untuk memgakomodir tentang penjadwalan yang kita ketahui bersama terjadi di pertandingan malam hari,” ujar Yunus. 

Kemudian, terkait penembakan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan, ia merasa bahwa pihak keamanan mengambil tindakan antisipasi yang melihat dari keadaan yang terjadi saat itu. Meski demikian, penembakan gas air mata adalah tindakan yang dilarang oleh FIFA dalam upaya pengamanan.  

“Sebelum pertandingan itu selalu disampaikan kepada PT LIB, baik kepada panpel, klub tentang SOP penyelenggaraan sebuah kompetisi. Tentu setelah ini, pasti ada kajian-kajian, seperti yang disampaikan bapak Presiden dan bapak Menteri (Menpora) untuk dikaji kembali tentang perjalanan kompetisi Liga 1,” tutur Yunus.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.