Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Erick Thohir Laporkan Dugaan Kasus Korupsi di Garuda, Serikat Karyawan Garuda: Beri Hukuman Mati!

Erick Thohir Laporkan Dugaan Kasus Korupsi di Garuda, Serikat Karyawan Garuda: Beri Hukuman Mati!
Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tomy Tampatty, foto: Ahmad Richad

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Tomy Tampatty mendukung penuh langkah dari Menteri BUMN Erick Thohir yang melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait penyewaan pesawat ATR 72-600. 

"Kami berharap Kejaksaan Agung dapat melakukan penyelidikan terhadap semua pengadaan pesawat baik pesawat tipe ATR, Bombardier CRJ, maupun tipe Boeing 737 seri 800 dan Boeing 777," kata Tomy melalui pesan singkat kepada TVRINews.com, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut, Tomy berharap dugaan kasus korupsi di tubuh PT Garuda Indonesia bisa terungkap dan segera diberi hukuman.

"Kami berharap semua yang terlibat baik yang kelas ikan teri maupun ikan kakap dapat diprosea hukum dan bila perlu dihukum seberat-beratnya, minimal hukuman mati," ujarnya.

"Hukuman mati itu penting, karena untuk memberikan efek jera kepada siapapun ke depannya yang akan memimpin PT Garuda Indonesia," sambung Tomy.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mendatangi Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait penyewaan pesawat ATR 72-600. 

“Garuda ini sedang dalam tahap restrukturisasi, tetapi yang kami sudah ketahui juga, secara data-data

valid, memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya itu ada indikasi korupsi, dengan merek yang berbeda-beda. Khususnya hari ini dengan merek ATR 72-600,” kata Erick di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/01/2022).

Lebih lanjut, Erick menambahkan untuk mendukung laporan tersebut, Kementerian BUMN sudah menyerahkan bukti-bukti audit investigasi, berupa dokumen administrasi yang dikumpulkan tidak hanya dari Kementerian BUMN, tetapi juga hasil audit dari BPKP. 

Tidak hanya itu, Erick menegaskan apa yang pihaknya lakukan ini merupakan bagian dari program pembersihan BUMN yang sudah disepakati bersama dengan Kejaksaan Agung sejak awal tahun. 

Erick juga berterima kasih kepada Kejaksaan Agung dan jajaran atas pendampingan penyelesaian kasus BUMN, seperti Garuda Indonesia, ASABRI dan Jiwasraya. 

“Selama ini tentu tidak hanya ASABRI, dan Jiwasraya, tetapi hari ini juga Garuda Indonesia. Dari pihak kejaksaan Agung terus mendampingi kami. Karena penting buat kami adalah transformasi dari administrasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Erick. 

 

 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar