Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Polisi Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212, Kuasa Hukum: Belum Bisa Berkomentar

Polisi Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212, Kuasa Hukum: Belum Bisa Berkomentar
Zulpan menegaskan, pihak yang terlibat dalam aksi 212 hari ini dapat dijerat dengan Pasal 212, 216, dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penulis: Riana Rizkia

TVRINews, Jakarta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas panitia penyelenggara Reuni 212 yang mengarahkan massa untuk datang ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

"Itu bisa dikenakan sanksi pidana. Apalagi steering committee, panitia pelaksana, penanggung jawab yang mengarahkan orang ke sana, itu pasti lebih dianggap bertanggung jawab," ujar Zulpan Kamis (2/12).

Zulpan menegaskan, pihak yang terlibat dalam aksi 212 hari ini dapat dijerat dengan Pasal 212, 216, dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menanggapi ancaman tersebut, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar belum dapat menanggapi pernyataan Zulpan. 

"Belum bisa komentar, nanti panitia mungkin akan menanggapi," kata Aziz Yanuar saat dihubungi tim TVRINews.com, Kamis (2/12). 

Namun Aziz mengatakan bahwa tidak perlu izin untuk menyampaikan aspirasi, yang ada hanya pemberitahuan. 

"Tapi yang jelas secara hukum tidak ada nomenklatur ijin dalam aksi penyampaian pendapat," ucapnya. 

Untuk diketahui, meskipun tidak mengantongi izin, kegiatan yang dilakukan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 tetap berlangsung di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, sempat terjadi kerumunan massa sekitar 500 orang yang ingin memasuki kawasan patung kuda, namun berhasil dibubarkan polisi.

"Situasi saat ini syukur Alhamdulillah masih aman, tidak ada kerumunan ya, sempat ada kelompok massa, namun setelah diberikan pemahaman mereka bubar," ucap Zulpan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.