Trending

  • Senin, 3 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Memasuki Musim Tanam, Pupuk Bersubsidi di Manggarai Timur Langkah.

Memasuki Musim Tanam, Pupuk Bersubsidi di Manggarai Timur Langkah.
Memasuki Musim Tanam, Pupuk Bersubsidi di Manggarai Timur Langkah.

Penulis : Tomy Merulewan
TVRINews, Manggarai Timur

 

Memasuki musim tanam pertama tahun 2022, hampir seluruh petani di wilayah Kabupaten Manggarai Timur mengalami kekurangan pupuk bersubsidi.

Padahal seluruh petani yang tergabung dalam kelompok tani masing-masing telah menyerahkan data kebutuhan pupuk sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ke Dinas Pertanian Kabupaten Kupang

Kasus kelangkaan pupuk subsidi, diduga praktek nakal yang dilakukan oknum Pengecer terhadap kelompok tani. Masih bergulir di Kepolisian Resort Manggarai Timur.

Salah satu Petani asal desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Utara berinisial (F), menuturkan pupuk subsidi yang didapati setelah adanya sorotan pemberitaan media. Sebelumnya Ia tidak dapatkan pupuk tersebut dari Pengecer, dengan berdalil kalau stok pupuk subsidi di gudang Pengecer habis.

Ia juga menduga, kalau adanya praktek mafia yang dilakukan oleh Pengecer terhadap kelompok tani yang telah terdaftar, sebagai sasaran penerima pupuk subsidi.

“Begini Pa, terkadang saat kami ke Pengecer mereka beralasan kalau pupuk subsidi habis. Setelah itu juga, ada kelompok tani lain yang ke sana, dan mereka layani Ijon untuk pupuk subsidi tersebut. Dengan catatan akan dibayar saat panen dengan jumlah 50 Kg beras untuk Satu pasang pupuk, Urea dan MPK”, ujarnya.

Selain F, salah satu Petani yang berasal dari Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, mengatakan dirinya membeli pupuk berbeda dengan ketentuan.

"Waktu itu kami membeli Pupuk dari tokohnya S. Harganya berbeda dengan ketentuan. kasihan juga, masih ada yang belum dapat Pupuk waktu itu”, Ujar Petani yang enggan namanya disebut tersebut.

Lanjutnya, petani tersebut arahkan Wartawan untuk lakukan pengecekan di setiap kelompok Tani yang ada di wilayah Borong.

Pengakuan lain disampaikan berinisial B, anggota Kelompok Tani asal desa Benteng Raja, ia sampaikan, bahwa dirinya tidak mendapatkan Pupuk dari Pengecer.

“Kami ke pengecer, bilangnya Pupuk sudah habis. Ini kan aneh. Kami kewalahan untuk dapatkan pupuk”, ujarnya.

Dia berharap untuk semua pihak agar bisa memperhatikan soal kelangkaan pupuk yang terjadi di Kabupaten Manggarai Timur.

“Kalau ada yang bermain – main dengan nasib Petani, saya berharap pihak berwajib untuk bisa menangani hal tersebut”, tandasnya.

Sementara itu, Pengecer berinisial S membenarkan bahwa  pupuk subsidi dijual dengan harga melebihi harga ketentuan Pemerintah, Pengecer berdalih hal tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi antara pihaknya dengan pihak admin Distributor.

“Ia betul tuh hari kami jual dengan harga yang berbeda. Kami naik Rp2.500.00 dari harga ketentuan. Tapi itu tidak sengaja. Hal tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi dengan admin Distributor di Ruteng”, katanya.

Diketahui, ketentuan harga pupuk berjenis Urea dijual dengan Rp2.250 Per Kg dan 112.500 per Sak dan Phonska dengan harga Rp2.300 per Kg dan Rp115.000 per Sak.

Melansir DianNtt.com, Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Ipda Agustian Sura, saat diwawancarai Wartawan, (16/2)  di ruang kerjanya, menyampaikan kalau kasus kelangkaan pupuk tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih kita periksa untuk yang terlibat. Kita sudah periksa  Delapan Kelompok tani, yang jauh – jauh belum kita periksa, mereka belum datang memang sudah kita layangkan undangan”, ujarnya.

Kendati demikian, Ipda Agustian juga menerangkan kalau Distributor belum diperiksa oleh pihaknya.

“Dinas juga belum. Masih dalam tahap penyelidikan”, tandasnya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.