Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Jokowi: Investasi Merupakan Jangkar Pemulihan Ekonomi

Jokowi: Investasi Merupakan Jangkar Pemulihan Ekonomi
Di tengah ketidakpastian global yang selama ini terjadi, Jokowi mengatakan, hal tersebut memiliki dampak besar bagi perekonomian negara.

Penulis: Riana Rizkia

TVRINews, Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya realisasi investasi, karena investasi merupakan jangkar pemulihan ekonomi. 

“Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena kita kalau terlalu berfokus pada APBN, defisit kita ini, meskipun saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini harus digerakkan, kembali lagi, investasi,” ucap Presiden, dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Rabu (24/11). 

Di tengah ketidakpastian global yang selama ini terjadi, Jokowi mengatakan, hal tersebut memiliki dampak besar bagi perekonomian negara.

Untuk itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi Tahun 2021, Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh investor tanpa terkecuali. 

“Dilayani saja belum tentu investor datang mau berinvestasi apalagi tidak dilayani dengan baik. Oleh sebab itu, pola-pola lama, hal-hal yang jadul semua harus mulai kita tinggalkan. Berikan pelayanan yang terbaik baik itu investor kecil, yang namanya usaha kecil itu juga investor, jangan keliru,” ujar Jokowi. 

Salah satu pelayanan untuk para investor, kata Jokowi, adalah kemudahan perizinan. Presiden menilai, kehadiran para investor sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

“Kalau investornya dari luar berarti membawa uang ke sini, artinya peredaran uang akan makin besar dan itu akan menimbulkan efek nanti ke daya beli masyarakat juga akan naik, konsumsi masyarakat akan naik, pertumbuhan ekonomi juga akan naik,” tutur Jokowi.

Presiden juga mengingatkan bahwa investasi yang saat ini dibutuhkan oleh Indonesia adalah investasi barang jadi atau barang setengah jadi, agar Indonesia mendapatkan nilai tambah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pendapatan, dan daya beli masyarakat. 

“Ekonomi kita yang sebelumnya berbasis bahan mentah dari sumber daya alam kita, ini akan satu per satu memang harus ada transisinya satu per satu akan kita stop, masuk ke setengah jadi, masuk ke barang jadi, menjadi industri yang mendorong nilai tambah,” ucap Presiden.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.