Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenag: Jamaah Haji 2020 yang Tertunda Pandemi Covid, Berangkat Tahun Ini Tidak Ada Biaya Tambahan

Kemenag: Jamaah Haji 2020 yang Tertunda Pandemi Covid, Berangkat Tahun Ini Tidak Ada Biaya Tambahan
Kemenag: Tak Ada Biaya Tambahan Sepeserpun untuk Jamaah Haji 2020

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan biaya Rp39.886.009 itu, meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya hidup (living cost), dan biaya visa.

Yaqut merincikan, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan, dan tahun ini disepakati senilai Rp808.618,80 per jemaah. 

"Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah," kata Yaqut dalam keterangan persnya, Kamis (14/4/2022).

Yaqut menyebutkan sebelumnya pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR telah menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp35,2 juta. Artinya, ada selisih dengan penetapan Bipih 2022 Rp39.886.009. 

"Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account," ujar Yaqut.

"Jadi bagi calon jemaah haji tunda berangkat yang telah melunasi pada tahun 2020, tidak akan diminta menambah pelunasan. Karena ini dapat ditanggulangi dengan alokasi Virtual Account," tegas Yaqut. 

Menag menyampaikan, semua pembahasan BPIH yang dilakukan Pemerintah dengan DPR menggunakan asumsi kuota 50 persen.  

"Asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH adalah sebanyak 110.500 jemaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji tahun 2019," tutur Yaqut menjelaskan. 

110.500 jemaah itu terdiri dari kuota untuk jemaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.