Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Belum Terapkan PPKM Darurat

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Belum Terapkan PPKM Darurat
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Belum Terapkan PPKM Darurat

Penulis: Christhoper Natanael Raja

 

 

TVRINews, Jakarta

 

Penularan kasus konfirmasi Covid-19 semakin melonjak dalam beberapa waktu belakangan. Tercatat pada bulan Januari ini, kasus Covid-19 mencapai angka ribuan, tidak seperti kondisi sebelumnya.

 

 

Meski dalam sitauasi demikian, pemerintah memutuskan untuk terus menggunakan asesmen Level sebagai basis pengetatan masyarakat. Namun, sampai saat ini pemerintah belum terpikir untuk melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kembali apalagi sampai melakukan lockdown. 

 

 

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada setiap Kepala Daerah dan Forkompimda setempat untuk kembali menerapkan Asesmen Level yang dikeluarkan Pemerintah dan mentaati setiap kebijakan yang dituangkan untuk mencegah terjadinya dampak buruk dari Covid-19 ini.

 

 

"Dari sisi level PPKM, terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang masuk ke level 1. Teater perang pandemi yang terjadi di DKI Jakarta menyebabkan asesmen situasi provinsi tersebut masuk ke dalam level 3," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (24/01/2022). 

 

 

Namun dalam melakukan asesmen level PPKM, pemerintah akan memperlakukan DKI Jakarta sebagai satu kesatuan wilayah Aglomerasi Jabodetabek yang saat ini masih pada level 2. 

 

 

Dengan terjadinya kenaikan kasus yang cukup signifikan, pemerintah terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah keparahan semakin buruk dengan mendorong akselerasi vaksin primer (dosis pertama dan kedua) dan booster (dosis ketiga) bagi seluruh masyarakat. 

 

 

Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia terutama di provinsi, kabupaten, kota yang belum memenuhi jumlah capaian dosis vaksinasi. 

 

 

"Saya memohon khusus kepada seluruh Kepala Daerah dan Pimpinan Wilayah di daerah- daerah yang dosis 2 umum dan lansia masih dibawah rata-rata pemerintah untuk mempercepat vaksinasi supaya memberikan perlindungan lebih terhadap varian Omicron ini. Sehingga hal-hal yang dikhawatirkan akan lebih dapat dimitigasi," ujar Luhut.

 

 

Mengingat, gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut, tidak pergi ke area publik, atau melakukan isolasi mandiri jika terdapat gejala seringan apapun.

 

 

"Perlu saya tegaskan kembali, bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan Indonesia hari ini sudah cukup siap dalam menghadapi Omicron ini. Namun, langkah-langkah bijak dari segenap masyarakat yang mentaati protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah merupakan faktor utama dalam mencegah keparahan yang terjadi," tutur Luhut.

 

Editor: Fera Belinda


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar