Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Virus Corona akan Terus Bermutasi, WHO Tidak Bisa Prediksi Kapan Pandemi Covid-19 akan Berakhir

Virus Corona akan Terus Bermutasi, WHO Tidak Bisa Prediksi Kapan Pandemi Covid-19 akan Berakhir
Virus Corona akan Terus Bermutasi, WHO Tidak Bisa Prediksi Kapan Pandemi Covid-19 akan Berakhir

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Tanpa disadari masa pandemi yang diakibatkan oleh menyebarnya virus Covid-19 sudah berlangsung menuju tahunnya ketiga, setelah pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2019 yang lalu di Wuhan, China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menilai meski sudah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini belum ada petanda bahwa dunia sudah berada pada masa akhir pandemi Covid-19.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan akan ada lebih banyak varian virus penyakit menular tersebut.

"Kami telah melihat virus berevolusi, bermutasi. Jadi kami tahu akan ada lebih banyak varian, lebih banyak varian yang menjadi perhatian, jadi kami tidak berada di akhir pandemi," kata Swaminathan yang dilansir dari Reuters, Sabtu (12/2/2022).

Contoh nyata dibalik kekhawatiran tersebut adalah ditemukannya varian Omicron pada rusa berekor putih di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (8/2) lalu. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa spesies tersebut dapat menjadi inang dari jenis virus corona baru.

“Sirkulasi virus dalam populasi hewan selalu meningkatkan kemungkinan untuk kembali ke manusia, tetapi yang lebih penting adalah memberikan lebih banyak peluang bagi virus untuk berevolusi menjadi varian baru. Ketika virus benar-benar bermutasi, maka ia dapat lolos dari perlindungan vaksin saat ini. Jadi kami harus mengganti vaksin lagi,” ujar Suresh Kuchipudi, seorang ahli mikrobiologi veteriner Penn State.

Mengingatkan kembali bahwa penemuan pertama kali Omicron terdeteksi pada hewan liar yang menyebabkan lonjakan infeksi Covid-19 kembali terjadi. Meski demikian, belum ada bukti bahwa hewan menularkan virus ke manusia.

Namun, sebagian besar infeksi virus Corona dilaporkan pada spesies yang memiliki kontak dekat dengan seseorang dengan Covid-19, menurut Departemen Pertanian AS.

Kilas balik pada bulan Agustus tahun 2021, pemerintah AS mengatakan telah menemukan kasus Covid-19 pertama di dunia pada rusa liar di Ohio. Ini memperluas daftar hewan yang diketahui telah dites positif mengidap penyakit tersebut.

Temuan ini didasarkan pada sampel yang dikumpulkan dari rusa beberapa bulan sebelum varian Omicron yang sangat bermutasi muncul untuk menggantikan varian Delta yang sebelumnya dominan pada orang-orang di negara-negara di seluruh dunia. 

Sebelumnya telah dilaporkan Covid-19 terdeteksi pada hewan termasuk anjing, kucing, harimau, singa, macan tutul salju, berang-berang, gorila, dan cerpelai.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar