Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Polisi Minta Pantia Kurban Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara Ketat

Polisi Minta Pantia Kurban Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara Ketat
Polisi Minta Pantia Kurban Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara Ketat

Penulis: Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan meminta panitia kurban menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. Hal itu bertujuan untuk memutus penyebaran Covid-19. Terutama dalam proses penyaluran hewan kurban.

"Penyaluran kurban dilakukan oleh petugas agar memakai masker dua lapis serta memperhatikan etika," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah, Senin (19/7/2021).

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menyerahkan 39 hewan kurban, dengan rincian 30 kambing dan sembilan ekor hewan. Jumlah tersebut nantinya akan dibagikan ke sejumlah masjid hingga lingkungan padat penduduk.

Adapun rinciannya yakni hewan kurban kambing sebanyak tiga ekor diserahkan kepada masjid dan mushala, majelis taklim (5), panti asuhan (3), pondok pesantren (2), serikat pekerja (1).

Selanjutnya, yayasan termasuk yatim piatu (3), organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (12), dan satu wilayah padat penduduk di belakang Pasar Lokbin Bintaro sebanyak satu ekor kambing.

Sementara itu, untuk penyerahan sapi sebanyak sembilan ekor diberikan kepada masjid dan mushala (2), majelis taklim (1), pondok pesantren (3), yayasan, lembaga swadaya masyarakat, dan wilayah padat penduduk di Kelurahan Bintaro masing-masing satu ekor sapi.

Sebelumnya, Menteri Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021, yang salah satunya terdapat petunjuk teknis pelaksanaan kurban tahun 1442 H/2021 M di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Berikut isi dari Surat Edaran tersebut:

a. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih. 

b. Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban. 

c. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). 

d. Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan:

1) Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi:

a) Melaksanakan pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik. 

b) Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban. 

c) Menerapkan jaga jarak fisik antar petugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging. 

d) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak. 

e) Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

2) Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban:

a) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun). 

b) Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. 

c) Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan. 

d) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer

e) Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.

f) Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

3) Penerapan kebersihan alat:

a) Melakukan pembersihan dan desinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan. 

b) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan desinfeksi sebelum digunakan.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.