Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Beredar Pesan Berantai Ada 1.258 Kasus Covid-19 di Jakarta Utara, Jubir Kemenkes: Hoax!

Beredar Pesan Berantai Ada 1.258 Kasus Covid-19 di Jakarta Utara, Jubir Kemenkes: Hoax!
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa pesan yang sudah tersebar luas tersebut adalah hoax

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Beredar pesan berantai di media sosial terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama di daerah Jakarta Utara. Dalam pesan itu tertulis menyebutkan ada 1.258 kasus penularan terjadi di daerah Jakarta Utara.

Dengan rincian, kabupaten/kota di Jakarta Utara yang terdampak, yakni Pulau Seribu jumlah kasus positif 60 orang, Cilincing 195 orang, Kelapa Gading 205 orang, Koja 225 orang, Tanjung Priok 188 orang, Pademangan 175 orang, dan Penjaringan 210 orang.

Menyikapi informasi ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa pesan yang sudah tersebar luas tersebut adalah hoax. Ia menambahkan bahwa kasus harian secara nasional adalah sebanyak 450 berbanding cukup jauh dengan pesan yang beredar.

Hoax, (kasus) ini total nasional hanya 450. Jadi tidak mungkin data ini dan bisa dicek di Jaki,” kata Nadia ketika dihubungi oleh TVRINews.com, Sabtu (27/11).

Berdasarkan pantauan TVRINews.com di aplikasi Jaki pada hari ini, jumlah kasus harian yang terjadi per tanggal 26 November adalah sebanyak 15 orang dengan total 488 pasien yang masih menerima perawatan. Tentu angka ini berbeda jauh dengan pesan yang menyebutkan ada 1.258 kasus.

Kemudian, dalam pesan yang sama juga mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus yang sangat luar biasa. Hal tersebut juga dibantah oleh Nadia yang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengutarakan itu.

“Tidak ada perkiraan Kemenkes, ini sudah pasti infonya hoax,” ujar Nadia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan situasi pandemi Covid-19 di kabupaten/kota Indonesia masih dalam taraf yang bisa dikendalikan. Meski demikian, Kemenkes akan tetap memonitor apabila ada potensi kenaikan, ia juga meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir.

Pria kelahiran Bogor ini meminta kepala daerah agar memperkuat 3T, menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar