Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

WNI Diizinkan ke Mekkah, Menag Yaqut Beberkan Skenario Penyelenggaraan Ibadah Umrah

WNI Diizinkan ke Mekkah, Menag Yaqut Beberkan Skenario Penyelenggaraan Ibadah Umrah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Foto: Ahmad Richad

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta

Pemerintah Arab Saudi telah resmi memperbolehkan warga negara Indonesia untuk berkunjung ke Tanah Suci, Mekkah. Terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi.

Untuk itu Kementerian Agama telah mempersiapkan skenario penyelenggaraan ibadah umrah bagi warga negara Indonesia (WNI) di tengah pandemi Covid-19. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan nantinya sebelum terbang ke Tanah Suci, para jamaah wajib melaksanakan screening kesehatan 1 x 24 jam, dan keberangkatan akan dilakukan secara terpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

"Hanya jamaah yang telah berusia 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, dan memiliki hasil tes PCR negatif yang diberangkatkan ibadah umrah," kata Gus Yaqut sapaan akrabnya, ketika rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (30/11/2021).

Selain itu, Gus Yaqut juga menjelaskan jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan kepada Kementerian Agama untuk diproses visa dan dokumen lainnya. 

"Mereka diberangkatkan menggunakan satu pesawat full diisi dengan jamaah umrah tanpa ada penumpang lain," ujarnya.

Kemudian skenario saat di Arab Saudi, jamaah wajib karantina selama tiga hari, dimulai dari saat tiba di Arab Saudi. Selama masa karantina dilarang keluar dari kamar hotel. 

"Kemudian pelaksanaan ibadah umrah selama 9 hari, termasuk perjalanan pulang pergi. Akomodasi diisi 2 orang per kamar, makan disajikan dalam kemasan, dan transportasi mengikuti ketentuan Arab Saudi," ucap Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga menerangkan, nantinya setiap jamaah hanya diberikan kesempatan satu kali menjalankan ibadah umrah. Namun jamaah bebas melakukan salat 5 waktu, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dengan menggunakan aplikasi Eatmarna. 

"Sebelum pulang ke Indonesia, jamaah juga wajib melakukan tes PCR dan hanya yang hasilnya negatif diperbolehkan kembali ke Tanah Air," ucap Yaqut.

"Skenario saat tiba di Indonesia, jamaah wajib melakukan tes PCR sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Jamaah wajib melakukan karantina setelah perjalanan luar negeri mengikuti ketentuan Satgas Covid-19 di hotel yang telah dipilih PPIU dan mendapatkan legalisasi dari Satgas Covid-19," sambungnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.