Trending

  • Minggu, 27 November 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

Susi Susanti : Persaingan Bulu Tangkis Putri di Asia Semakin Ketat

Susi Susanti : Persaingan Bulu Tangkis Putri di Asia Semakin Ketat
Foto : Legenda bulu tangkis Susi Susanti

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta


Tim Bulu Tangkis Indonesia menurunkan kekuatan penuh dengan skuad berusia muda untuk nomor putri dalam ajang SEA Games 2021 Hanoi mendatang. Bahkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk tidak memanggil pemain yang sama untuk Piala Uber 2022 mendatang.

Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti menilai persaingan pada nomor tunggal putri sangat ketat. Oleh karena itu, Indonesia harus kerja keras untuk meraih medali di SEA Games atau Asian Games, sebab Tim Merah-Putih masih bersaing dengan banyak negara di Asia. Setidaknya, Indonesia perlu memperhatikan sembilan negara.

Baca Juga : Pecahkan Rekor Nasional saat PON XX Papua, Sri Siap Rebut Emas SEA Games 2021 Hanoi

“Dari ranking dunia dan turnamen, selain China, Jepang, dan Korea Selatan, juga ada China Taipei, Thailand, India, Hongkong, Singapura, dan Malaysia,” kata Susi, Rabu (20/4/2022).

Indonesia terakhir membawa pulang medali emas tunggal putri di SEA Games 2013 di Myanmar. Kala itu, Bellaetrix Manuputty meraih emas setelah mengalahkan Busanan Ongbamrungphan dari Thailand (9-21, 21-13, 21-13).

Sementara dalam ajang Asian Games, Indonesia baru sekali meraih medali emas. Pada Asian Games 1962 di Jakarta, Minarni keluar sebagai yang teratas dalam Final All-Indonesia mengalahkan Corry Kawilarang. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat tunggal putri sulit bersaing dengan negara lain.

“Kami tidak memiliki banyak talenta yang masuk dibandingkan dengan putra. Itu berdampak pada regenerasi, lagi-lagi dibandingkan dengan tunggal atau ganda putra. Itu sebabnya di sektor putri, kami belum berada di tempat yang kami inginkan dalam hal pencapaian,” ujar Susi.

Meski demikian, Susi meyakini bahwa PBSI telah menyiapkan program pembinaan untuk mencetak generasi atlet penerus dengan program pembangunan untuk semua sektor, tidak hanya perempuan. Bagi Susi terdapat dua pemain yang menarik perhatiannya, mereka adalah Gregoria Mariska maupun Putri Kusuma Wardani adalah pemain yang harus diperhatikan di tunggal putri.

"Gregoria Mariska masih menjadi andalan kami di tunggal putri. Tapi kami juga punya Putri KW (Kusuma Wardani). Dia mulai menunjukkan potensinya," tutur Susi.

Baca Juga : CdM Kontingen Indonesia Bagi 3 Klaster untuk 12 Kota Penyelenggara SEA Games 2021 Hanoi


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.