Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Internasional

  • 0 Komentar

Atasi Imigran Gelap, Prancis Perluas Pemantauan Laut

Atasi Imigran Gelap, Prancis Perluas Pemantauan Laut
Presiden Emmanuel Macron membela tindakan Paris, tetapi mengatakan Prancis hanyalah negara transit bagi banyak migran.

Penulis: M. Fariz Naufal

TVRINews, Prancis

Prancis berjanji pada Kamis (25/11) untuk meningkatkan pengawasan di pantai utaranya. Namun, para migran yang berkerumun di kamp-kamp darurat di sana mengatakan bahwa peristiwa perahu tenggelam yang terjadi pada hari sebelumnya tidak akan mengurungkan niat mereka untuk mencoba menyeberangi selat ke Inggris.

Sebelumnya, tujuh belas pria, tujuh wanita, dan tiga remaja tewas pada hari Rabu (24/11) ketika perahu mereka ditemukan tenggelam di selat. Perjalanan tersebut merupakan salah satu dari banyak perjalanan berisiko seperti perahu kecil yang rata-rata muatannya diisi oleh orang-orang yang melarikan diri dari kemiskinan dan perang di Afghanistan, Irak, dan sekitarnya.

Kematian itu memperdalam permusuhan antara Inggris dan Prancis, yang sebelumnya sudah sempat berselisih soal Brexit. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Prancis bersalah, sementara Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menuduh Inggris melakukan "manajemen imigrasi yang buruk".

Presiden Emmanuel Macron membela tindakan Paris, tetapi mengatakan Prancis hanyalah negara transit bagi banyak migran. Kondisi ini memungkinkan diperlukan lebih banyak kerja sama antar negara di Eropa untuk mengatasi imigrasi ilegal.

"Saya akan mengatakan dengan sangat jelas bahwa pasukan keamanan kami dimobilisasi siang dan malam," kata Macron selama kunjungan ke Ibukota Kroasia Zagreb, menjanjikan "mobilisasi maksimum" pasukan Prancis, dengan pasukan cadangan dan drone yang mengawasi pantai.

"Tetapi di atas semua itu, kita perlu secara serius memperkuat kerja sama dengan Belgia, Belanda, Inggris, dan Komisi Eropa."

Pada Kamis (25/11), Johnson mengumumkan bahwa dia telah menawarkan bertemu Macron dan para pemimpin Eropa lainnya untuk membahas lima langkah yang dia katakan dapat mengurangi penyeberangan yang terjadi.

Diantaranya yaitu patroli bersama untuk mencegah lebih banyak kapal yang meninggalkan pantai Prancis, paling cepat minggu depan. Dengan menggunakan sensor, radar, dan sesegera mungkin mengerjakan kesepakatan pengembalian dengan Prancis dan kesepakatan serupa dengan Uni Eropa, kata Johnson.

Ketika Inggris meninggalkan Uni Eropa, Inggris tidak lagi dapat menggunakan sistem blok itu untuk mengembalikan migran ke negara anggota pertama yang mereka masuki.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.