Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Ekspektasi Dunia Terhadap Indonesia Sebagai Tuan Rumah Presidensi G20

Ekspektasi Dunia Terhadap Indonesia Sebagai Tuan Rumah Presidensi G20
Ekspektasi Dunia Terhadap Indonesia Sebagai Tuan Rumah Presidensi G20

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 menjadi momentum penting yang perlu dioptimalisasi oleh pemerintah. Signifikansi dari forum ini mencakup 80 persen perekonomian dunia, 79 persen perdagangan global, dan 65 persen penduduk dunia.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima tongkat Presidensi G20 di Roma tahun 2021 lalu, seluruh dunia meletakkan ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan Indonesia menjadi negara penyelenggara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba menjelaskan terdapat tiga tingkatan ekspektasi yang didapat oleh Indonesia selaku tuan rumah Presidensi G20.

Pertama dan yang teratas meliputi tingkat internasional, membahas tentang krisis global yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Dimulai dari krisis ekonomi, telah terjadi kontraksi secara global mencapai 3,1 persen pada tahun 2020. Kemudian, krisis kesehatan untuk mengatasinya pada Presidensi G20 tahun lalu di Roma berkomitmen untuk mencapai 70 persen populasi vaksin Covid-19 pada pertengahan tahun 2022 ini.

Diikuti dengan krisis iklim, para pemimpin dunia pada conference of parties ke-26 berkomitmen agar kenaikan suhu bumi tidak mencapai 1,5 derajat.

"Di tingkat regional, sebagai negara yang berada di Kawasan Asia Pasifik maupun ASEAN yang menjadi anggota G20, terdapat ekspektasi agar dapat menyuarakan perspektif region countries," kata Mira dalam Rakor Sinergi Media Negara Menghadapi G20, Kamis (24/2/2022) di Jakarta.

Selanjutnya pada tingkat nasional, selain berbagai manfaat ekonomi yang dapat dirasakan saat pelaksanaan G20, seperti konsumsi domestik, penambahan PDB nasional, dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Presidensi G20 juga menjadi momentum konsolidasi kebijakan nasional dari tiga fokus utama, arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi yang berkelanjutan.

Menurut Mira, dengan mengangkat Presidensi G20 Indonesia di tingkat dunia, regional, dan nasional menjadi tugas penting bagi pemerintah utama untuk menyampaikan narasi utama, pesan, dan agenda strategis Indonesia tidak hanya untuk masyarakat internasional, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

"Isu G20 kerap dianggap isu elitis dan kurang relevan bagi masyarakat luas. Sehingga, dibutuhkan komunikasi publik yang mampu membumikan Presidensi G20 Indonesia dan mampu menarik benang merah antara kesepakatan di tingkat global dan dampaknya di kehidupan sehari-hari," ucap Mira menjelaskan.

Sementara untuk masyarakat internasional, masih dalam keterangan Mira, perlu memperhatikan narasi untuk menjadi jembatan antara negara maju dan berkembang.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar