Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Baru Setahun, Jalan Senilai Rp1,8 Miliar Kajulaki-Malabai Sudah Rusak Parah

Penulis: Erasmus Nagi Noi

TVRINews, Nagekeo

Pembangunan ruas Jalan Kajulaki-Malabai yang menghubungkan dua desa yakni Desa Tedamude dan Tedakisa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini rusak parah. Padahal ruas jalan tersebut baru dikerjakan Tahun Anggaran 2021. 

Proyek senilai Rp1.8 miliar yang baru setahun dikerjakan oleh PT. Armando Mbay selaku kontraktor pelaksana meliputi pekerjaan pelebaran yang terdiri dari pekerjaan urukan pilihan (Urpil) dan drainase, kini mulai rusak berat.

Dari pantauan TVRINews di lokasi, kondisi jalan yang baru dibangun itu kini sudah rusak berat.

Tanah urukan pilihan (Urpil) yang digunakan sebagai timbunan jalan rusak berserakan akibat terkikis air saat musim hujan beberapa bulan lalu. Kondisi ini bisa mengancam keselamatan pengguna jalan. 

Menurut seorang warga, Hermanus
proyek ini hanya bertahan beberapa bulan saja. 

“Ini jalan baru dikerjakan beberapa bulan tetapi sudah rusak berat. Seharusnya jalan baru itu memperlancar lalu lintas masyarakat sebagai pengguna jalan, tetapi nyatanya sekarang sudah rusak berat dan kita tidak bisa pakai bahkan buat susah warga di sini," kata Hermanus kepada TVRINews, Rabu (27/4/2022).

Lebih lanjut Hermanus menuturkan meski jalan sudah lama rusak, namun tak kunjung ditindaklanjuti oleh kontraktor pelaksana. Padahal  mobilitas warga di ruas jalan ini sangat tinggi, karena jalur ini satu-satunya sarana transportasi bagi warga di sejumlah Kecamatan pada wilayah itu.

“Sampai saat ini, kontraktor belum tangani jalan ini meskipun sudah rusak berat," ucap Hermanus.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Mojolaki Malebai, Fanci Djogo mengakui ada beberapa titik terkena longsor meminta kontraktor untuk menangani, karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Kami sudah minta kontraktor untuk memperbaiki yang rusak-rusak itu segera ditangani. Tapi sekarang belum, nanti kami akan minta dia tangani lagi. Selama masih masa pemeliharaan proyek itu tetap menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana," kata Fanci.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.