Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Jika MotoGP Batal di Indonesia, Sandiaga Uno Tegaskan Tidak akan Terima

Jika MotoGP Batal di Indonesia, Sandiaga Uno Tegaskan Tidak akan Terima
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Penyelenggaraan ajang balap motor tertinggi di dunia MotoGP terancam batal berlangsung di Indonesia. Rencananya, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam ajang MotoGP seri kedua yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 18-20 Maret 2022 mendatang.

Namun, hal tersebut terbentur akibat pihak Dorna Sports selaku operator pelaksanaan MotoGP menyatakan keberatannya atas aturan karantina yang diterapkan oleh Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan ketegasannya sebagai penanggung jawab dalam ajang yang berlangsung pertama kali di Nusa Tenggara Barat tersebut.

Dalam pernyataannya, Sandiaga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang sudah menerapkan pengendalian pandemi Covid-19 sesuai dengan kaidah terbaik dan dapat dikatakan sudah menjadi best practice. 

“Oleh karena itu, jika ada pihak-pihak yang mengancam tidak menyelenggarakan MotoGP karena kebijakan penanangan pandemi kita, saya ingin menyampaikan pesan yang tegas bahwa bangsa ini adalah bangsa yang diatur oleh pemerintah secara hukum.

Kita fokuskan untuk penanganan pandemi dan kebangkitan ekonomi kita. Jadi kita akan selesaikan kewajiban kita tapi kita tidak akan terima jika kita diancam satu dan lain hal,” kata Sandiaga yang dilansir dari akun Instagram pribadinya @sandiuno, Selasa (18/01/2022).

Sebelumnya, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menerima peraturan karantina yang diterapkan oleh Indonesia. Bahkan, hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Ezpeleta yang mengatakan akan tetap menyelenggarakan MotoGP 2022 dengan 19 seri, tidak termasuk dengan Sirkuit Mandalika.

"Kami tidak akan menerima peraturan karantina, jika mereka meminta kami untuk karantina selama 14 hari pada suatu negara, maka kami tidak akan pergi ke negara tersebut," ujar Ezpeleta.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.