Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Seminggu Jelang Vaksinasi Booster, Pemerintah Belum Tetapkan Tarif 

Seminggu Jelang Vaksinasi Booster, Pemerintah Belum Tetapkan Tarif 
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi

Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster akan dimulai pada 12 Januari 2022 mendatang. Untuk vaksinasi non-program pemerintah atau mandiri bakal diberlakukan pembayaran.

Namun, pemerintah belum menetapkan besaran tarif dari vaksinasi booster tersebut. Tarif yang beredar saat ini bukan tarif vaksinasi dalam negeri, melainkan tarif vaksinasi di luar negeri. Meski demikian, tarif tersebut masih berupa perkiraan yang berlaku di beberapa negara.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan tarif vaksinasi booster di Indonesia belum ditetapkan oleh pemerintah. Dalam proses penetapan harga harus melibatkan berbagai pihak seperti Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Belum ada biaya resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,“ kata Nadia, Rabu (05/01/2021). 

Jenis dan dosis vaksin yang akan diberikan masih menunggu konfirmasi dan rekomendasi dari ITAGI dan studi riset booster yang sedang berjalan serta sesuai dengan persetujuan izin edar atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

Pemberian vaksinasi booster tersebut diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, Lansia, peserta PBI, dan kelompok komorbid dengan immunocompromised

Vaksinasi non-program pemerintah atau mandiri dapat dibiayai oleh perorangan atau badan usaha dan dilakukan di RS BUMN, RS Swasta, maupun klinik swasta. 

Namun demikian, pemerintah tetap memberikan vaksinasi gratis dalam program pemerintah bagi lansia, peserta BPJS Kesehatan kelompok PBI, dan kelompok rentan lainnya. Vaksinasi booster ini bakal diberikan ke golongan dewasa yang berusia diatas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin booster ini akan diberikan kepada kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70 persen suntik pertama dan 60 persen suntik kedua. Terdapat 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut. 

Vaksinasi booester ini akan diberikan dengan jangka waktu diatas enam bulan setelah dosis kedua. Sudah teridentifikasi sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk dikategori ini.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.