Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Ekonomi

  • 0 Komentar

Sebanyak 1.625 Positif Covid Masuk Mal, APPBI: Pusat Belanja Terapkan Protokol Dua Lapis

Sebanyak 1.625 Positif Covid Masuk Mal, APPBI: Pusat Belanja Terapkan Protokol Dua Lapis
Sebanyak 1.625 Positif Covid Masuk Mal, APPBI: Pusat Belanja Terapkan Protokol Dua Lapis

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Beberapa waktu lalu, pemberitaan diramaikan oleh ribuan pengunjung memasuki pusat belanja. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono.

Ia mengatakan terdapat 1.625 orang yang mencoba beraktifitas di pusat belanja atau mal. Padahal, ribuan orang tersebut masuk dalam kategori hitam pada aplikasi PeduliLindungi. Adapun warna hitam tersebut untuk menandai pasien positif Covid-19 atau kontak erat.

"Dari mereka yang tidak diketahui sebelumnya atau sudah diketahui sebelumnya menderita Covid-19 atau kontak erat tetapi mereka masih berkeliaran di jalan," kata Dante Saksono, Senin (6/9/2021) lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membantah pusat belanja membiarkan ribuan orang tersebut masuk dan beraktifitas di dalam pusat belanja. Ia menyebut bahwa berdasarkan ketentuan, bagi yang mendapatkan notifikasi berwarna hitam ialah masuk ke dalam kategori yang dilarang masuk ke pusat perbelanjaan.

“Dengan ditolaknya ribuan orang dengan notifikasi warna hitam tersebut maka semakin menegaskan bahwa Pusat Perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten,” kata Alphonzus Widjaja di Jakarta, Minggu (12/9/2021).

“Yang mana menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas masyarakat yang semakin aman dan semakin sehat untuk dikunjungi dan berbelanja,” ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa pusat belanja saat ini mewajibkan serangkaian protokol kesehatan, yakni wajib vaksinasi yang dapat di periksa melalui aplikasi PeduliLindungi. Ketentuan tersebut, kata dia, tidak mengurangi aturan standar protokol kesehatan yang sudah ada, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Jadi sekarang ini di Pusat Perbelanjaan diberlakukan dua protokol Covid-19, yaitu Protokol Kesehatan dan Protokol Wajib Vaksinasi. Pemberlakuan kedua protokol dimaksud adalah bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di Pusat Perbelanjaan dalam keadaan sehat,” ujar Alphon.

Lebih jauh ia mengatakan bagi yang terpapar Covid-19 harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan melakukan isolasi terpusat atau isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemerintah, kata dia, juga harus dapat memastikan orang yang terpapar Covid-19 tidak bebas beraktifitas di tempat umum yang dapat membahayakan masyarakat.

“Pusat Perbelanjaan telah terbukti memiliki kemampuan untuk menolak dan mencegah orang-orang yang terpapar Covid-19 untuk memasuki Pusat Perbelanjaan,” ujarnya.

 

Editor: Dadan Hardian

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.