Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

SBMI Dukung Aparat Tangkap Pelaku Human Trafficking

SBMI Dukung Aparat Tangkap Pelaku Human Trafficking
SBMI Dukung Aparat Tangkap Pelaku Human Trafficking

Penulis: Ambika

TVRINews, Mataram

 

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur mendorong aparat penegak hukum menangkap oknum pelaku perdagangan orang yang berkedok perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dari data yang dimiliki SBMI Lombok Timur, dalam tiga bulan terakhir, banyak calon PMI diberangkatkan secara non prosedural atau ilegal. 

Awal Januari tahun 2022, SBMI Lombok Timur bersama dinas terkait melakukan penggerebekan rumah yang diduga tekong atau calo di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil penggerebekan tersebut ditemukan beberapa calon PMI wanita yang merupakan warga Kabupaten Lombok Timur.

Ketua SBMI Lombok Timur, Usman mengatakan banyak menerima informasi dari masyarakat terkait banyaknya pemberangkatan PMI ilegal ke sejumlah negara tujuan. Jika tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum, ini akan memberikan peluang bagi oknum sponsor atau tekong calon PMI.

“Kebanyakan calon PMI hendak diberangkatkan ke Arab Saudi, padahal statusnya masih dimoraturium oleh pemerintah. Namun karena diiming-imingi gaji tinggi sehingga tidak sedikit masyarakat tergiur oleh janji para oknum penyalur ini”, ujar Usman, Selasa (18/01/2022).

Usman berharap pemerintah memiliki upaya tindakan cepat dan tepat saat menerima aduan dari masyarakat. Banyak oknum calo penyalur atau tekong memanfaatkan kelengahan pemerintah yang sedang fokus menangani Covid-19.

Masih ada calon PMI yang diberangkatkan secara ilegal menunjukkan banyaknya tekong yang berkeliaran di Kabupaten Lombok Timur tanpa ada upaya pencegahan dari pihak terkait.

Sebelumnya 14 warga NTB tewas dalam insiden kapal tenggelam di Johor, Malaysia 15 Desember lalu. Kapal tersebut membawa 50 WNI yang akan bekerja di luar negeri secara non prosedural atau ilegal.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.