Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Kian Meresahkan Warga, Polisi Atensi Khusus Teror Panah di Bima

Penulis: Ambika

TVRINews, Mataram

Teror panah melanda Kota dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Meskipun jumlah korban dan pelaku yang diproses sudah cukup banyak, namun teror tersebut belum juga mereda.

Akibat teror panah itu, masyarakat dibuat was-was untuk keluar rumah. Bahkan, duduk di teras rumah pun masyarakat tidak tenang.

Polisi sudah cukup banyak berbuat untuk mengatasi hal ini. Mulai dari upaya preemtif (imbauan), preventif hingga represif sekalipun. 

Baca Juga: Penambangan Pasir Memperparah Abrasi Sungai yang Ancam Pemukiman Warga

Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto bahkan secara tegas memerintahkan ke Polres jajaran untuk memberi atensi khusus terhadap persoalan ini. 
 
"Bulan Maret hingga April menjadi puncak maraknya kasus pemanahan di Bima. Dari pemanahan OTK, saling tebar ancaman di media sosial, hingga perang antar kampung. Kebanyakan pelakunya adalah pelajar SMP hingga SMA," kata Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto kepada TVRINews, Sabtu (23/4/2022).
 
Kapolda mengatakan pihaknya akan terus bekerja keras memerangi teror yang meresahkan tersebut.  

"Saat ini ratusan anak panah dan ketapel hasil razia maupun penyisiran langsung di lokasi bentrok antar kampung telah diamankan," ujar Irjen Pol Djoko Poerwanto.
 
Sebelumnya pada Jumat (22/4) kemarin, Tim Puma Satreskrim Polres Bima kembali mengungkap dan menangkap empat terduga pelaku penganiayaan yang menggunakan sebilah parang dan panah.

"Para pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko dalam siaran pers Humas Polda NTB.

Keempat terduga pelaku masing-masing MF Alias HB (20), US alias RG (18), KP Alias FS (17), dan DR (16) yang merupakan warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Mereka ditangkap berdasarkan laporan pengaduan tentang tindak pidana penganiayaan tanggal 21 April 2022.

Baca Juga: H-9 Lebaran, Terminal Kampung Rambutan Dipadati Pemudik Asal Sumatera


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.