Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

BNNP Gerebek Pengedar Sabu Jaringan Antarkota

BNNP Gerebek Pengedar Sabu Jaringan Antarkota
BNNP Gerebek Pengedar Sabu Jaringan Antarkota

Penulis: Joko H

TVRINews, Surabaya

Badan Narkotika Nasional Provinsi, BNNP Jawa Timur menangkap tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis sabu saat duduk santai di sebuah warung kopi di kawasan Desa Tambak Boyo Kecamatan Tikung Lamongan. 

Dari tangan para pengedar tersebut, petugas BNNP mengamankan sabu siap edar yang disimpan di dalam tas perhiasan. 

Dalam rekaman video amatir penangkapan 3 pelaku masing masing Jamal 33 tahun warga Tikung Lamongan selaku pengedar, M Taufik, 37 tahun, warga Peneleh Genteng Surabaya sebagai kurir dan M Rusli, 48 tahun, warga Tenggumung Surabaya sebagai bandar sabu.  

Terbongkarnya jaringan narkotika antar kota itu bermula dari penangkapan terhadap Jamal dan M Taufik di sebuah warung kopi di Desa Tambak Boyo Tikung Lamongan Jawa Timur.  Keduanya ditangkap saat hendak melakukan pengiriman paket sabu di lokasi warung kopi.

Saat dilakukan pengeledahan terhadap pakaian dan barang yang dibawa,  petugas menemukan 35 paket kecil yang dimasukkan dalam dompet dengan berat 2,6 gram.  

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Polisi M.Aris Purnomo mengungkapkan petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka dan berhasil menangkap Rusli yang setelah diinterogasi mengaku masih menyimpan sabu di rumah keponakannya di Jagalan Surabaya, yakni sebanyak 3 paket sabu dengan berat total 26,126 gram.  

Rusli yang merupakan residivis kasus narkoba itu mengaku mendapatkan barang haram narkoba dari temannya yang kini masih menjadi DPO BNNP Jawa Timur.   

Tak berhenti di ke-3 tersangka, Tim Brantas BNNP Jatim kembali melakukan pengembangan dan menangkap seorang tukang parkir bernama Wahyu,32 tahun, warga Bolodewo Sidotopo Surabaya yang hendak mengambil barang haram di Kapasari Surabaya untuk di kirim ke Sedati dengan menggunakan sistem ranjau. 

Para tersangka narkoba jaringan antarkota Surabaya Lamongan dan Surabaya Madura itu akan dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 junto 132 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

 


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar