Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Resmikan Tol Binjai-Stabat, Presiden: Ini Kesempatan  Meningkatkan Produktivitas Masyarakat 

Resmikan Tol Binjai-Stabat, Presiden: Ini Kesempatan  Meningkatkan Produktivitas Masyarakat 
Resmikan Tol Binjai-Stabat, Presiden: Ini Kesempatan  Meningkatkan Produktivitas Masyarakat 

Penulis: Ricardo Julio


TVRINews, Kab.Langkat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan Tol Binjai-Langsa seksi 1 Binjai-Stabat sepanjang 11,8 Kilometer (Km). Ruas jalan ini telah siap dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran konektivitas demi menunjang potensi-potensi yang bisa dikelola oleh masyarakat lokal di daerah.

"Jalan tol ini akan menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Juga menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menyambung dari Lampung sampai ke Aceh," kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya yang ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jum'at (4/2/2022)

Presiden Jokowi mengatakan, jalan nasional yang terkoneksi antar provinsi ini akan menghubungkan sentra-sentra produksi. Kemudian memberi akses daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan membuka peluang usaha baru terutama yang berada di sekitar jalan tol.

"Tadi pagi baru saja saya melihat sentra produksi jeruk di Kabupaten Karo. Kalau jalan tol ini dihubungkan dengan sentra-sentra produksi seperti itu, dihubungkan dengan kawasan pariwisata, dihubungkan kawasan pertanian, dihubungkan dengan kawasan perkebunan dan jalannya semulus ini, struktur biaya dalam harga di komoditas itu seperti contoh tadi jeruk. Jalan desanya kita perbaiki untuk menuju jalan utama ke sini, harga jeruknya akan sangat kompetitif," ujar Presiden.

Dengan adanya jalan tol ini, Presiden Jokowi menjamin, hasil produksi petani tidak kalah saing dengan produk impor. Selama ini, produk dalam negeri sering kalah harga dengan produk asing yang lebih murah.

"Produk kita ini sering kalah dengan barang impor karena harga kita terlalu tinggi. Dan harganya terlalu tinggi itu disebabkan oleh biaya logistik yang mahal, biaya transportasi yang mahal. Tadi kelihatan waktu kita lihat jeruk, begitu jalannya diperbaiki ongkos logistik, biaya transportasi turun menjadi 75 persen", ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pembangunan fisik ini akan dinikmati seluruh unsur-unsur masyarakat sekitar jalan tol ini. Apalagi jika jalan tol dihubungkan dengan kawasan-kawasan produktif.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar