Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

IUAE-CEPA Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekspor Indonesia Hingga Tiga Kali Lipat

IUAE-CEPA Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekspor Indonesia Hingga Tiga Kali Lipat
IUAE-CEPA Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekspor Indonesia Hingga Tiga Kali Lipat

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi optimis Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA) akan melipatgandakan hingga tiga kali lipat nilai perdagangan antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). Ditambahkannya bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan UEA saat ini sebesar USD2,9 miliar.

“Kami merasa optimis bahwa angka itu akan bisa tercapai karena ada beberapa bidang yang sebenarnya sangat menjanjikan seperti saya laporkan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo)  tadi,” kata Muhammad Lutfi di Kantor Kepresidenan secara virtual, Jumat (3/9/2021).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mengekspor perhiasan emas dengan nilai sebesar USD8,2 miliar pada 2020. Jumlah tersebut menjadikan emas komoditas ekspor nonmigas nomor 5 di Indonesia.

Mendag menambahkan dari total nilai tersebut, sebanyak 37 persen ekspor dilakukan ke negara transit yang memiliki perjanjian dagang dan kembali mengekspor ke UEA. Pada saat yang sama, Indonesia turut menjual emas ke UEA secara langsung dengan nilai ekspor hanya mencapai USD 76 juta.

“Karena dengan perjanjian perdagangan tersebut berarti menjual barang-barang Indonesia lebih murah 5 persen. Karena pajaknya rendah dibandingkan dengan beli langsung dari Indonesia,” kata Lutfi.

Oleh sebab itu, Mendag menilai perjanjian perdagangan tersebut merupakan hal yang penting dan menjadi perantara untuk mengekspor produk indonesia ke negara-negara tujuan lain non tradisional seperti di Afrika dan Jazirah Arab.

“Dan ini merupakan janji kita berdua antara saya dengan Menteri Perdagangan UEA bahwa kita akan menyelesaikan ini berbasis dengan suatu persahabatan, mencari teman baru, dan mencari bussines dan dagangan baru kepada dua negara,” ujarnya.

“Oleh sebab itu kita akan menyelesaikan perjanjian ini pada kesempatan pertama tidak lebih dari satu tahun dan mudah-mudahan pada November tanggal 4 ketika kunjungan Bapak Presiden ke UEA, perjanjian ini sudah mendapatkan bentuk hampir selesai atau bahkan sudah difinalisasi,” lanjut Mendag.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Reto Marsudi mengatakan bahwa Presiden Jokowi mengharapkan agar perundingan perjanjian dapat diselesaikan kurang dari satu tahun.

“Sehingga dalam beberapa bulan kedepan akan dapat diperoleh hasil perundingan mencapai progres yang cukup signifikan,” kata Retno.

Selain perdagangan, Menlu berharap CEPA ini akan juga memfasilitasi untuk peningkatan kerja sama investasi. Ia berharap agar UEA akan menjadi mitra utama Indonesia di sektor investasi

“Dua bidang lain selain masalah infrastruktur yang diharapkan presiden untuk investsi dari UAE yaitu di bidang ketahanan kesehatan dan di bidang ekonomi hijau dan berkelanjutan atau green recovery and growth,” ujar Menlu.

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.