Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Baru Awal Tahun, Kasus Konfirmasi Omicron di Indonesia Sudah 278 Orang

Baru Awal Tahun, Kasus Konfirmasi Omicron di Indonesia Sudah 278 Orang
Ilustrasi : Omicron

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mencatat penambahan kasus Varian Omicron sebanyak 75 pasien. Sehingga, secara keseluruhan total kasus konfirmasi mutasi baru dari virus Covid-19 sejumlah 414 orang, 31 kasus diantaranya merupakan penularan transimisi lokal.

Kasus varian Omicron terbilang cepat dalam penyebarannya. Berdasarkan data yang dimiliki Kemenkes telah terdeteksi kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, hanya dalam waktu dekat, kasus bertambah dengan pesat sejumlah 278 orang.

Sebagian besar kasus konfirmasi varian Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Mereka masih bisa tertular meski sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali secara lengkap.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan ini yang menjadi penyebab pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri jika tidak terlalu penting.

“Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” kata Nadia, Senin (10/01/2022).

Kasus penularan varian Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski seseorang sudah divaksinasi Covid-19 dua dosis, virus tersebut tetap bisa menginfeksi tubuh pasien.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19. Bahkan kebanyakan kasus konfirmasi Omicron saat ini telah menginfeksi mereka yang telah disuntik dosis lengkap.

“Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan” ujar Nadia.

Untuk itu, Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

“Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia. Dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi Omicron. Ini yang kita hindari” tutur Nadia.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.