Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Banjir Kembali Rendam Wilayah Kabupaten Banjar, Jalan dan Sekolah Mulai Terdampak

Banjir Kembali Rendam Wilayah Kabupaten Banjar, Jalan dan Sekolah Mulai Terdampak
Intensitas hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir serta meluapnya air sungai Martapura,menyebabkan banjir kembali merendam sejumlah wilayah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Selasa(15/3/2022).

Penulis: Andi Syam

TVRINews, Banjar

 

Intensitas hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir serta meluapnya air sungai Martapura,menyebabkan banjir kembali merendam sejumlah wilayah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Selasa(15/3/2022).

Kecamatan Martapura Timur dan Martapura Barat misalnya, beberapa ruas jalan, rumah warga dan sekolah, sudah mulai terendam banjir dengan ketinggian air hingga 30 cm.

SMPN 2 Martapura Timur salah satu sekolah yang terdampak banjir, hari ini terpaksa terus melakukan pembelajaran tatap muka meski di tengah genangan air.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Martapura Timur, Rusapana Wardi,aktif belajar mengajar terus dilakukan lantaran pelajar dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Ujian Sekolah.

“Setiap musim penghujan sekolah kami memang selalu kebanjiran, karena kali ini bertepatan menjelang ujian kelulusan pada Senin nanti, jadi anak-anak (Pelajar) utamanya yang kelas Sembilan tidak bisa diliburkan untuk meningkatkan pembelajaran mereka.” Ucapnya.

Sementara di Kecamatan Martapura Barat, tepatnya di Desa Teluk Selong Ulu, Banjir sudah merendam 4 wilayah RT yang ada.

“Mulai RT 1 hingga RT 4 Banjir sudah merendam desa Teluk Selong dan menggenangi rusa jalan desa serta 10 rumah warga,”ungkap Camat Martapura Barat Ahmad Rabani.

Desa Teluk Selong Ulu ini lanjutnya, kerap terendam banjir begitu air sungai Martapura mulai meluap.

“Begitu air sungai mulai meluap desa ini (Teluk Selong Ulu) langsung kebanjiran lantaran berada di dataran rendah dan langsung di bibir sungai Martapura.” Ujarnya.

Seorang Warga Teluk Selong Ulu yang rumahnya sudah terendam Banjir sekitar 20 cm, Abdul Wahab, juga menuturkan bahwa Banjir yang kerap terjadi di desa ini akan berlangsung hingga beberapa hari kemudian.

“Tahun 2022 ini saja sudah tiga kali terjadi banjir, Surutnya itu biasa hingga sepekan baru ada tanda penurunan permukaan air.Semoga tidak terlalu parah dan kami masih bisa terus bertahan di dalam rumah, sebab belum ada niat untuk mengungsi,”tuturnya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.