Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Jelang Imlek Pembuatan Dodol China Mengalami Peningkatan Produksi

Jelang Imlek Pembuatan Dodol China Mengalami Peningkatan Produksi
Ibang Salah seorang pengelola home industri dodol China Jatiwangi

Penulis: Edwar Ruspendi
TVRINews, Kab. Majalengka 

 

Tahun baru Imlek 2022 akan segera tiba, momen yang dinanti-nanti masyarakat Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 1 Februari besok. Tahun Macan Air yang hanya terjadi setiap 60 tahun sekali ini dimanfaatkan warga Tionghoa dengan membuat dodol China.  

Makanan khas Imlek di wilayah Tatar Sunda ini, dikenal juga dengan nama Jawadah Korang yang sering dijumpai pada momen-momen Imlek dan dibagikan warga Tionghoa kepada tetangga atau kerabatnya.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sendiri terdapat dua kecamatan yang masih mempertahankan home industri dodol China yaitu di Kecamatan Kadipaten dan Jatiwangi.

Salah seorang pengelola home industri dodol China Jatiwangi bernama Ibang, mengatakan setiap harinya ia memproduksi 50 kilogram dodol.

“Ada peningkatan produksi karena Imlek ini. Namun jika order terlalu membludakpun kami hanya bisa membagi dua, antara Kabupaten Majalengka dan luar kota Majalengka,” kata Ibang.                                                                                                                                                                                     

Lebih lanjut Ibang menjelaskan selain memerlukan keuletan, ia juga masih mempertahankan tradisi yang digelutinya sejak 1976 tanpa menggunakan pengawet. 

"Pembuatan dodol China ini agak mahal karena menggunakan bahan bakar minyak tanak yang harganya cukup mahal Rp.12 ribu per liter," ucap Ibang.

Ibang juga menjelaskan pengerjaan dodol ini pun cukup lama, memerlukan waktu 12 jam dari pengadonan hingga selesai open dan dodol siap dimakan.

Sementara itu, salah seorang pembeli dodol China asal Jatiwangi, Upit mengaku dalam momen Imlek biasanya membeli makanan khas Tionghoa ini untuk berbagi dengan kerabatnya.

“Hanya untuk berbagi dengan keluarga. Dodol ini enak rasanya dan alami tanpa bahan pengawet,” ucap Upit.  

Pengelolapun menjual dodol china perkilogramnya Rp.37.500 kepada masyarakat, berisikan 3 hingga 4 buah dodol china. 

Dalam satu kali produksi, home industri dodol china ini menghabiskan modal Rp.4 juta yang berasal dari majikannya di Bandung Than Pen Chun.
 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar