Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kabar Gembira, Tiga Anak Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun Sumut

Kabar Gembira, Tiga Anak Harimau Sumatra Lahir di Sanctuary Barumun Sumut
tiga ekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) lahir di Sanctuary Harimau Barumun, Sumatera Utara. Ketiga bayi harimau tersebut diperkirakan lahir pada Minggu, 23 Januari 2022

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Sumatera Utara

 

Kabar gembira, tiga ekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) lahir di Sanctuary Harimau Barumun, Sumatera Utara. Ketiga bayi harimau tersebut diperkirakan lahir pada Minggu, 23 Januari 2022. 

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Irzal Azhar mengatakan awal kelahiran ini diketahui Keeper Sanctuary dari pengamatan CCTV pemantau yang beroperasi 24 jam, dan kemudian melaporkannya kepada Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) untuk selanjutnya diteruskan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. 

"Dari hasil pengamatan langsung petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dipastikan terdapat tiga anak Harimau Sumatra yang sedang disusui induknya. Anak-anak harimau tersebut terlihat dalam kondisi sehat dan belum dapat membuka mata," kata Irzal Azhar kepada wartawan, Selasa (8/2/2022).

Irzal menjelaskan untuk jenis kelamin ketiganya belum bisa diindentifikasi karena kesulitan mengamatinya dari jarak dekat, kandangnya yang luas dan ditutupi semak belukar. 

"Kondisi kandang memang dibuat sedemikian rupa menyerupai kondisi di alam, dimana terdapat pepohonan, semak belukar dan sumber air. Pemantauan terus dilakukan melalui pengamatan CCTV untuk memonitor perkembangannya," ujarnya.

Sebelumnya 3 tahun yang lalu, tepatnya pada 8 Desember 2018, di tempat yang sama juga telah lahir 2 ekor anak Harimau Sumatra, berjenis kelamin jantan dan betina yang diberi nama “Surya Manggala” dan “Citra Kartini”. Saat ini kedua anak harimau tersebut sudah berumur 3 tahun dan sedang disiapkan untuk dilepasliarkan ke alam. 

"Tahapan untuk proses pelepasliaran sudah dilakukan, mulai dari pengamatan perilaku harian, analisis perilaku, pemeriksaan kesehatan dan persiapan lokasi pelepasliaran," ujar Irzal.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan analisis perilaku yang dilakukan Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan YPBMM dan Forum Harimau Kita, Surya Manggala dan Citra Kartini direkomendasikan layak untuk segera dilepasliarkan ke alam. Rencana pelepasliaran kedua anak harimau tersebut masih menunggu hasil survey lokasi.

"Kelima anak harimau ini lahir dari indukan yang sama, yaitu “Gadis” dan “Monang”. Gadis merupakan harimau korban konflik (terkena jerat) di daerah Kabupaten Mandailing Natal yang dibawa ke Sanctuary Harimau BNWS (Barumun Nagary Wildlife Sanctuary) tahun 2016. Akibat terkena jerat, Gadis harus diamputasi kaki kanannya sebelah depan. Umur Gadis saat ini diperkirakan sekitar 10 tahun," ucap Irzal.

Sedangkan Monang merupakan harimau jantan yang berhasil dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Pangribuan, Kabupaten Simalungun tahun 2017 lalu. 

Monang adalah harimau yang terkena jerat di perkebunan warga, dievakuasi dan diobati di Sanctuary Harimau Barumun. Untuk keamanan, Monang yang saat ini diperkirakan berumur 9 tahun, berada di dalam kandang tersendiri, terpisah dari Surya Manggala dan Citra Kartini, dan juga dari Gadis serta ketiga anak harimau yang baru lahir. 

Lebih lanjut, Irzal menjelaskan kelahiran kembali 3 ekor anak Harimau Sumatra, setelah Surya Manggala dan Citra Kartini, menjadi harapan baru bagi program konservasi Harimau Sumatra di Indonesia, mengingat kondisi populasinya sekarang cenderung terus berkurang dari tahun ke tahun. 

Menurutnya, pengurangan populasi disebabkan banyak faktor, antara lain akibat perburuan, pemasangan jerat yang mengakibatkan luka atau kematian, dan juga masih tingginya konflik dengan manusia akibat dari rusaknya habitat. 

Sanctuary Harimau BNWS yang terletak di Desa Batunanggar, Kecamatan Batangonang, Kabupaten Padanglawas Utara, merupakan tempat yang dibangun Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) pada tahun 2016, sebagai tempat untuk merehabilitasi harimau korban konflik. 

Di Sanctuary Harimau Barumun yang memilki luas 30 ha ini terdapat 8 (delapan) ekor Harimau Sumatra yang sedang menjalani perawatan dan rehabilitasi, yaitu: Harimau Sumatra Gadis (10 tahun), Monang (9 tahun), Surya Manggala (3 tahun dan siap dilepasliarkan), Citra Kartini (3 tahun dan siap dilepasliarkan), Dewi Siundol (6 tahun korban konflik dan sedang direhabilitasi), serta 3 ekor anak Harimau Sumatra yang lahir pada 23 Januari 2022.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.