Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden Tinjau SPAM Wey Momolin Saumlaki

Penulis : Nisa Alfiani

TVRINews, Saumlaki
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wey Momolin di Saumlaki Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (2/9).

Jokowi disambut dan diberi penjelasan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja bersama Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Anang Muchlis. 

Setibanya di lokasi, Presiden bersama rombongan langsung meninjau mata air yang menjadi sumber SPAM Wey Momolin yang merupakan salah satu sumber mata air yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan air baku di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia di Provinsi Maluku. 

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, SPAM Weymomolin dengan kapasitas pompa sebesar 35 liter/detik, dapat melayani hingga 3.500 Sambungan Rumah (SR) untuk air baku di Saumlaki. 

"Ditambah satu sistem SPAM lagi sebesar 15 liter/detik dari mata air Bomaki untuk 1.500 SR," kata Endra.

Endra menyebut SPAM Wey Momolin dan Bomaki bersumber dari mata air yang berkualitas sehingga tidak diperlukan teknologi pengolahan dan bisa langsung disalurkan ke Saumlaki. 

"Jadi dengan sedikit daya dorong pompa yang digerakkan dengan tenaga surya/solar panel bisa mendistribusikan air hingga 12 km dari sumber mata air," ujar Endra.

Untuk selanjutnya, Endra menegaskan sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa Saumlaki akan menjadi pusat pertumbuhan baru, utamanya terkait dengan rencana pengembangan LNG Blok Masela. 

"Untuk itu Kementerian PUPR mengambil langkah antisipasif untuk kebutuhan air yang lebih besar. Terkait hal tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku sudah menyiapkan rencana detail untuk pembangunan bendungan di Tanimbar ini," ucap Endra.

Sebelumnya BWS Maluku telah membangun delapan embung di Kepulauan Tanimbar, Maluku sebagai upaya meningkatkan tampungan air. 

Dua embung dibangun pada 2020 yakni Embung Desa Arma dengan kapasitas tampungan 2.156 m3 dan Embung Sofyanin dengan kapasitas 2.850 m3. Sisanya, enam embung lainnya dibangun sejak 2014 hingga 2019. 

Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Anang Muchlis, mengatakan, Kementerian PUPR pada tahun 2021 telah melakukan pekerjaan optimalisasi SPAM di Saumlaki meliputi dua sistem yaitu bersumber dari mata air Weymomolin dan Bomaki melalui pembangunan jaringan perpipaan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.