Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Harimau Sumatra Berhasil Diselamatkan BKSDA Sumbar dari Konflik dengan Manusia

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta

 

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, berhasil menyelamatkan seekor Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumaterae) berjenis kelamin betina yang diperkirakan berumur 3 tahun di Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono mengatakan sejak kemunculan Harimau Sumatra pertama kali pada 30 November 2021, BKSDA Sumatera Barat melalui Resor Konservasi Agam bersama Tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) telah melakukan penanganan konflik Harimau Sumatra. 

"Penanganan berupa penggiringan dengan bunyi-bunyian selama lebih dari 40 hari namun tidak membuahkan hasil dan membuat Harimau Sumatra ini justru mendekat ke pemukiman," kata Ardi kepada wartawan, Rabu (12/01/2022).

Ardi juga menjelaskan guna menghindari kerugian yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa termasuk keselamatan Harimau Sumatra tersebut, BKSDA Sumatera Barat mengambil langkah menangkap dengan memasang kandang jebak di kebun sawit yang berjarak 200 meter dari rumah warga. Pada 10 Januari 2022 sekitar pukul 14.00 WIB Harimau Sumatra tersebut tertangkap.

"Saat ini tim BKSDA sedang mempersiapkan proses evakuasi satwa, selanjutnya akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dhamasraya (PRHSD) untuk dilakukan observasi," ujar Ardi.

"BKSDA Sumatera Barat yang dibantu oleh Polsek Palembayan dan Wali Nagari Salareh Aia saat ini telah melakukan pengamanan terhadap satwa tersebut," sambungnya.

Selama penggiringan, tim BKSDA bersama Wali Nagari, Tim Pagari Baringin, Bhabinkamtias, Wali Jorong dan masyarakat setempat yang berada di lokasi kejadian dan melaksanakan prosedur penanganan konflik satwa liar lainnya termasuk pemasangan kamera trap dan wawancara terhadap warga yang melihat dan pemilik ternak. 

Terkait konflik manusia - harimau, telah terbit Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat kepada pimpinan daerah kabupaten/kota nomor 522.5/3545dishut-2021 tanggal 14 Desember 2021 tentang pelestarian Harimau Sumatra menyebutkan bahwa penyelamatan harimau tanggung jawab bersama dan seluruh para pihak wajib membantu dalam menyelesaikan konflik harimau dengan manusia.

Harimau Sumatra adalah satwa dilindungi berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106/2018 dan saat ini populasinya di alam liar terus menurun, sehingga diperlukan upaya bersama dalam melestarikan Harimau Sumatra utamanya di Sumatera Barat karena terdapat dua landscape besar koridor Harimau Sumatra yang tersisa. 

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Polsek Palembayan, Wali Nagari Salareh Ai, tim Pagari Baringin dan terutama warga Kampung Maua Hilia yang sejak awal penanganan telah membantu tim BKSDA Sumatera Barat. 

"Kami berharap proses evakuasi dapat berjalan baik hingga ke pusat rehabilitasi Harimau Sumatra," tutur Ardi.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.