Trending

  • Kamis, 1 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

KPK Resmi Tutup Pertemuan G20 ACWG, Ada 4 Poin yang Disepakati

KPK Resmi Tutup Pertemuan G20 ACWG, Ada 4 Poin yang Disepakati
KPK Resmi Tutup Pertemuan G20 ACWG, Ada 4 Poin yang Disepakati

Penulis: Ahmad Richad 

TVRINews, Badung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menutup pertemuan putaran kedua Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20, yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Deputi Bidang Informasi dan Data KPK sekaligus Chair ACWG, Mochamad Hadiyana mengatakan dalam pertemuan yang digelar sejak 5-7 Juli 2022 itu, Indonesia telah berhasil memperjuangkan empat isu prioritas.

"Indonesia berhasil mendorong empat isu prioritas dalam G20 ACWG. Pertama, isu peningkatan peran audit dalam pemberantasan korupsi, terus isu partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi, dan isu kerangka regulasi dan supervisi peran dari penegak hukum pada kasus pencucian uang hasil korupsi, serta juga isu mitigasi risiko korupsi pada sektor energi terbarukan," kata Hadiyana dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/7/2022) malam.

Lebih lanjut, Hadiyana menjelaskan selama tiga hari pembahasan bersama para delegasi negara anggota G20 dihasilkan juga beberapa poin.

"Poin yang pertama untuk isu peningkatan peran audit dalam pemberantasan korupsi, Alhamdulillah kami berhasil menggolkan penguatan peran audit dalam pemberantasan korupsi. Negara-negara G20 telah secara prinsip menyepakati dokumen ini sebagai pencapaian bersama Indonesia," ujar Hadiyana.

Menurut Hadiyana dengan disepakatinya high level principles ini, negara G20 telah mengakui pentingnya lembaga audit dan juga peran dari para auditor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Para delegasi itu juga berkomitmen untuk mendorong dan memperkuat peran lembaga audit, baik publik maupun swasta.

"Ini adalah suatu keberhasilan Indonesia bukan hanya keberhasilan KPK tapi ini keberhasilan Indonesia, karena di dalamnya kami juga melibatkan instansi lain dalam mengajukan isu-isu prioritas termasuk juga kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri," ucap Hadiyana.

Tidak hanya itu, Hadiyana menyebutkan untuk isu partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi, Indonesia telah berhasil mendapatkan dukungan dari negara-negara G20 untuk membangun suatu sistem yang lebih sistematik untuk melibatkan publik dalam upaya antikorupsi.

Berikutnya, terkait dengan isu kerangka regulasi dan juga langkah-langkah pengaturan terkait dengan peran profesi hukum pada pencucian uang hasil korupsi sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat upaya terkait pemberantasan pencucian uang hasil korupsi.
 
"Indonesia juga telah berhasil mendorong isu peran profesi hukum untuk memperkuat regulasi anti money laundry," kata Hadiyana.

Sementara itu, kata Hadiyana untuk isu mitigasi resiko korupsi pada sektor energi terbarukan, Indonesia juga berhasil mendorong para anggota G20 untuk kembali membahas masalah ini dalam pertemuan ACWG di India tahun depan.

"Indonesia berhasil mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan tata kelola yang bersih dan akuntabel dalam sektor energi terbarukan. Isu ini merupakan isu yang baru dibahas pada ACWG. Dan ini sudah tentu merupakan keberhasilan Indonesia," tutur Hadiyana.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar