Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Heboh Masakan Padang Babi, Wagub DKI: Selama Ini Restoran Padang Halal

Heboh Masakan Padang Babi, Wagub DKI: Selama Ini Restoran Padang Halal
Rendang Babi

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta
Usaha kuliner yang menjual nasi padang dengan konsep nonhalal, menggunakan babi viral di media sosial.

Restoran yang menjual nasi padang nonhalal ini diketahui bernama Babiambo. Namun setelah cuitan ini viral, keberadaan restoran ini di sejumlah platform jual beli makanan online hilang.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta kreativitas kuliner yang membawa nama daerah tidak diubah, sehingga tidak melukai banyak pihak. 

Menurut Riza, selama ini Restoran Padang hanya melayani menu halal. Namu jika terdapat masakan Padang yang menyertai menu nonhalal, maka akan melukai perasaan segelintir orang.

“Jadi sejauh yang kita ketahui selama ini dan biasa kita makan di resto Padang semua menunya adalah menu yang halal. Harusnya semua resto padang halal,” kata Riza di Balai Kota DKI, Jumat (10/6/2022).

"Kalau mau ada kreativitas itu boleh, tapi jangan sampai melukai perasaan yang lain. Nanti dikhawatirkan di Resto Padang itu orang yang makan gatau, haram," sambungnya.

Diketahui nasi padang nonhalal ini menawarkan lauk menggunakan daging babi. Sejumlah menu yang ditawarkan di antaranya babi gulai dan babi rendang.

Babi rendang dijual dengan harga Rp 24.000 per potong, sedangkan babi gulai dijual Rp 53.000 untuk porsi 2-3 orang. Sementara untuk nasi bungkus, nasi babi gulai dijual dengan harga diskon Rp 36.000, nasi babi rendang dijual Rp 40.000, dan nasi babi bakar dijual Rp 36.000.

Harga masakan Padang olahan babi ini cukup berbeda dengan daging sapi. Di Restoran Nasi Padang Siang Malam, Bangka misalnya, rendang sapi hanya dijual Rp 15.000. Sementara nasi rendang dengan lalapan dihargai Rp 18.000.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.