Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Bupati Sumedang Tinjau Longsor Ciherang

Bupati Sumedang Tinjau Longsor Ciherang
Longsor di Bukit Leuweung Kadu setinggi 150 meter yang menyebabkan tertimbunnya persawahan dan mengancam belasan rumah warga, Bupati Sumedang  langsung tinjau lokasi longsoran yang berolaki di Desa Ci

Penulis: Doni Irwandy 

TVRINews, Sumedang

 

Longsor di Bukit Leuweung Kadu setinggi 150 meter yang menyebabkan tertimbunnya persawahan dan mengancam belasan rumah warga, Bupati Sumedang  langsung tinjau lokasi longsoran yang berolaki di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,  Sabtu (15/1/2022) malam. 

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, dirinya turut prihatin telah terjadinya bencana longsor yang mengakibatkan satu orang warga luka-luka akibat bencana longsor tersebut. 

"Kami turut prihatin atas musibah ini, namun kita masih bersukur tidak mengakibatkan korban jiwa. Bahkan pak Tata Alhamdulilah selamat dari musibah ini. Hanya mengalami beberapa luka lecet dan kakinya ada yang keseleo," kata Dony usai berkunjung ke rumah korban. 

Dikatakannya, dengan terjadinya bencana longsor ini pihaknya telah menugaskan BPBD Kabupaten Sumedang kemudian berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengevakuasi masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsoran. 

"Saya pun akan melakukan briefing dengan BPBD, TNI dan Polri, bagaimana menyelamatkan masyarakat yang ada disekitar lokasi longsor untuk menghindari terjadinya longsor susulan," katanya. 

Bupati meminta kepada warga untuk sementara ini agar tidak menempati rumah mereka terlebih dahulu, terutama rumah yang berdekatan dengan lokasi longsor. 

"Rumah warga yang berdekatan dan berpotensi terkena longsor, saya minta malam ini juga untuk tidak menempati rumahnya. Tadi ada 12 Kepala Keluarga (KK) yang pindah, namun bertambah menjadi 21 kk yang diungsikan," ucapnya. 

Selain itu Bupati juga meminta kepada petugas BPBD agar terus untuk melakukan imbauan kepada masyarakat yang rumahnya berpotensi ada longsoran untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

"Jadi yang pertama kami harus menyelamatkan masyarakat dulu, dan mengevakuasi dari lokasi berpotensi longsor. Saya akan minta nanti BPBD terus untuk melakukan sosialisasi lewat Camat, desa dan seluruh RT," ujarnya. 

Dony mengimbau, jika terjadi hujan deras masyarakat yang berada di daerah rawan bencana longsor diminta untuk pindah dulu dan tidak menempati rumah mereka.

"Kalau ada hujan turun, untuk segara meninggalkan tempat tinggalnya, bisa ke saudaranya atau tempat yg sudah disediakan jadi bisa untuk mengevakuasi sebelum ada kejadian," tuturnya. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.