Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Punya Hak Imunitas, Perkara Arteria Dahlan Tidak dapat Dipidanakan

Punya Hak Imunitas, Perkara Arteria Dahlan Tidak dapat Dipidanakan
Punya Hak Imunitas, Perkara Arteria Dahlan Tidak dapat Dipidanakan

Penulis : Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Polda Metro Jaya mengumumkan hasil perkara Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang diduga melanggar Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 32 ayat 2 UUD 1945, serta diduga melanggar Pasal 156 KUHP.

Anggota Fraksi partai PDIP ini juga diduga melangggar UU ITE yang dilaporkan oleh Majelis Adat Sunda-Presidium Poros Nusantara-Srikandi Pasundan Ngahiji-Kopasgarda-Lsm Lppam dan kelompok masyarakat Sunda lain nya di Polda Jawa Barat pada 20 Januari 2022 dan telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya pada 25 Januari 2022 yang lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Endra Zulpan menyampaikan bahwa segala macam hal yang terlapor tidak memenuhi unsur perbuatan menyebarkan informasi yang bermuatan ujaran kebencian terhadap pemakaian Bahasa Sunda yang kala itu diucapkan oleh Kepala  Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam rapat Komisi III DPR RI yang disiarkan secara daring.

“Kami menyimpulkan berdasarkan dari para ahli dan pendalaman oleh penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, maka pendapat dari saudara Arteria Dahlan dalam persoalan ini tidak memenuhi unsur perbuatan menyebarkan informasi yang bermuatan ujaran kebencian berdasarkan SARA yang diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang atas perubahan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE,” kata Zulpan menjelaskan, Jumat (4/2/2022).

Menurut pihak kepolisian, maksud dari pernyataan tersebut diucapkan dalam situasi rapat resmi oleh Arteria Dahlan sebagai Anggota DPR RI yang memiliki Hak Imunitas. Sehingga, ia dalam posisi yang tidak dapat dipidanakan pada saat mengungkapkan pendapatnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.