Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenparekraf: Kemasan Makanan Pelapah Pinang Atasi Timbunan Sampah Styrofoam

Kemenparekraf: Kemasan Makanan Pelapah Pinang Atasi Timbunan Sampah Styrofoam
Kemenparekraf: Kemasan Makanan Pelapah Pinang Atasi Timbunan Sampah Styrofoam

Reporter:Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Sampah terbanyak di Indonesia adalah styrofoam.Berdasarkan riset Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  di 18 kota, kontribusi sampah styrofoam sebesar 0,27-0,59 ton ke laut Indonesia sepanjang tahun 2018.

Menurut Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif, Joshua Puji Mulia Simandjuntak, penimbunan sampah styrofoam mengkhawatirkan karena mengganggu biota laut. 

Untuk mengurangi tumpukan styrofoam, butuh kemasan alternatif seperti yang dibuat Tim Pelapah. Mereka menciptakan sebuah kemasan makanan alami terbuat dari pelepah pinang. Pelapah pinang banyak dijumpai di perkebunan karet dan sawit di Indonesia.

“Ini potensi yang bisa kita gali. Kalau styrofoam 500 tahun (mengurai kompos), kalau pelapah pinang hanya 60 hari. Dia akan terurai dan langsung larut di tanah, bisa menjadi kompos,” kata Joshua dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/6/2021).

Joshua menegaskan ,kemasan makanan pelepah pinang 100 persen produk inovasi anak bangsa, bisa menyerap tenaga kerja di komunitas-komunitas sekitar perkebunan kelapa sawit dan karet. Tim Pelapah menamakan gerakan ini sebagai community driven innovation atau inovasi. 

“Pada satu titik menyerap 15 tenaga kerja produksi, dari satu daerah (Jambi) bisa dioptimalkan produksi 600 juta kemasan (terbuat dari pelapah) setiap tahun. Bila sudah disebarluaskan bisa menyerap 80 ribu tenaga kerja, ” ujar Joshua.

Hadirnya kemasan pelapah pinang mendorong pariwisata berkelanjutan karena banyak daerah wisata yang memakai produk makanan sekali pakai buang. Joshua memastikan hak cipta kemasan ini sudah didaftarkan sebagai aset Indonesia berupa kekayaan intelektual.

“Kami berharap publik bisa lebih mengenal produk pelepah, membeli dan memakai. Bisa dibawa ke ranah global karena salah satu solusi isu global,” tutur Joshua.

 


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar