Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Penyebaran Varian Omicron di NTB Masih Aman Terkendali

Penyebaran Varian Omicron di NTB Masih Aman Terkendali
Penyebaran Varian Omicron di NTB Masih Aman Terkendali

Penulis: Ambika


TVRINews, Mataram

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalillah menegaskan penyebaran varian Omicron di wilayahnya masih aman. Satgas Pengendalian Pandemi Covid-19 di tiap kabupaten/kota diminta fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM. 


"Indikasi aman itu dilihat dari ketersediaan kamar di rumah sakit, penelusuran kontak erat angkanya di atas batas rata-rata nasional, juga ketersediaan oksigen dan obat obatan,” kata Sitti, Rabu (16/2/2022). 


Ia meminta semua kabupaten/kota menyelesaikan target vaksin kedua sebelum 20 Maret menjelang MotoGP. Ia juga menegaskan penanganan harus fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM serta meminta Dinas Kesehatan memastikan stok dan upaya vaksinasi khususnya Kota Bima dan Kabupaten Bima untuk melakukan percepatan. 


Sasaran vaksinasi NTB sebanyak 3.910.638 sudah melakukan vaksinasi pertama 90,34 persen, vaksin kedua 61,64 persen dan dosis ketiga 1,87 persen. 


Sementara, Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri menjelaskan sesuai asesmen harian, PPKM di NTB berada level tiga sejak 13 Februari lalu. 


"Salah satu yang harus dipertahankan agar level tidak meningkat adalah penelusuran kontak 23 orang per kasus dan pelaporan kasus kesembuhan sehingga memenuhi paramater dalam Inmedagri terbaru tentang PPKM,” ujar Fikri. 


Sedangkan target vaksinasi 80 persen harus segera terpenuhi dengan target vaksinasi harian dengan catatan pembaruan data segera dilakukan agar selisih data dari kabupaten/kota tidak memengaruhi parameter penentuan level PPKM. 


Seperti dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru nomor 11 Tahun 2022 terkait aturan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), perubahan dalam Inmendagri 11/2022 di antaranya indikator untuk melakukan evaluasi pada daerah di luar Jawa-Bali diberikan kekhususan untuk dapat mencapai target vaksinasi dosis kedua dan lansia diatas 60 tahun, dengan diberikan waktu 2 minggu tambahan terhitung sejak 15 Februari 2022 dan beberapa pengaturan kegiatan masyarakat sesuai level PPKM daerah terkait. Inmendagri ini berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali mulai 15 hingga 28 Februari 2022.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.