Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Sosbudpar

  • 0 Komentar

Situs Tapak Kaki Beheng Nobol, Bukti Peradaban Masyarakat Adat Leuhoe

Situs Tapak Kaki Beheng Nobol, Bukti Peradaban Masyarakat Adat Leuhoe
Bekas telapak kaki dengan panjang 50 sentimeter dan lebar 30 sentimeter ini tampak di sebuah batu dan hingga saat ini masih tertata rapi persis di sebelah barat kampung adat.

Situs Tapak Kaki Beheng Nobol, Bukti Peradaban Masyarakat Adat Leuhoe


Penulis : Andri Atagoran

TVRINews, Kabupaten Lembata

Kampung adat Leuhoe merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Lembata yang masih bertahan hingga saat ini. 

Di kampung adat ini terdapat sebuah situs tapak kaki manusia raksasa, Beheng Nobol.

Bekas telapak kaki dengan panjang 50 sentimeter dan lebar 30 sentimeter ini tampak di sebuah batu dan hingga saat ini masih tertata rapi persis di sebelah barat kampung adat. Kampung Leuhoe sendiri dikelilingi hutan lindung yang masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Penggiat budaya Kabupaten Lembata, Abdul Gafur Sarabiti kepada TVRINews.com Selasa (09/11) bercerita, selain Tapak Kaki Beheng Nobol, masih banyak situs budaya dan traidisi lainnya di kabupaten ini yang masih dipertahankan.


“Tetapi tidak sedikit juga yang sudah punah tergerus modernisasi. Ini merupakan tantangan bagi pemerintah kabupaten dan pemerintah desa bagaimana kita memajukan budaya di Lembata melalui situs dan tradisi-tradisi yang ada,” kata Gafur.


Keberadaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah, menurut Gafur, harus bisa dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata dan pemerintah desa untuk menentukan kelestarian budaya yang dimiliki daerah.


Selain telapak kaki, Beheng Nobol yang dipercaya sebagai manusia sakti ini juga meninggalkan sebuah cincin berukuran besar yang masih tersimpan rapi di sebuah bangunan kecil.


Cincin yang dipercaya sakti ini dikenakan Beheng Nobol saat memanah musuh di kala perang. Panjang jangkauan anak panah Beheng Nobol mencapai puluhan kilometer hingga ke pinggir laut, menjadi tapal batas ulayat masyarakat adat Leuhoe yang mendiami Desa Hoelea dan Hoelea 2, Kecamatan Omesuri.


Untuk melindungi Situs Tapak Kaki Beheng Nobol ini, Pemerintah Desa Hoela dan Hoelea 2 melalui dana desa TA 2019 telah mendirikan bangunan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.