Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Ketua Mahkamah Konstitusi Harap Advokat Berorientasi Nilai Ibadah

Ketua Mahkamah Konstitusi Harap Advokat Berorientasi Nilai Ibadah
Ketua Mahkamah Konstitusi Harap Advokat Berorientasi Nilai Ibadah

Penulis: Eggi Paksha

TVRINews, Jakarta

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, menjadi pemateri dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) yang bekerja sama dengan DPC Peradi Banda Aceh, secara daring. Di hadapan sejumlah peserta PKPA ini, Anwar membawakan pokok bahasan mengenai hukum acara Mahkamah Konstitusi. 

Anwar mengawali pembahasan dengan mengatakan para calon advokat yang mengikuti pendidikan profesi ini memiliki tugas mulia yang tidak kalah dengan tugas dari seorang hakim. Sebab, advokat bertugas untuk menegakkan hukum dan keadilan bagi para pencari keadilan. 

Bahkan diakui Anwar, advokat memiliki kelebihan dibanding hakim, yakni memiliki wilayah hukum dan kerja yang luas serta ranah perkara yang dapat diselesaikannya pun beragam dan banyak. 

Berkaitan dengan wilayah kerja di MK, Anwar menyebutkan perlu bagi para advokat untuk memahami terlebih dahulu hukum acara dan bagaimana proses berperkara di MK. Anwar pun memaparkan amanat dari kewenangan MK yang termuat dalam Pasal 24C Ayat (1) dan Ayat (2) UUD 1945. Berdasarkan norma ini, lanjut Anwar, MK dengan putusannya bersifat final dan mengikat serta tak ada lagi upaya hukum setelahnya. Berdasarkan norma ini, MK memiliki kewenangan untuk menguji undang-undang terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga negara, memutus pembubaran partai politik, dan memutus sengketa hasil pemilu. 

Di samping itu, norma ini juga mengamanatkan pada MK wajib memutus perkara pelanggaran yang dilakukan presiden dan/atau wakil presiden. 

“Meski wilayah hukum MK terbatas pada empat kewenangan tersebut, namun yang memiliki legal standing pada perkaranya (pengujian undang-undang) adalah seluruh warga negara dengan catatan hak konstitusionalnya terlanggar atas berlakunya suatu norma,” kata Anwar pada kegiatan yang dihadiri para peserta secara virtual dengan dipandu Ketua DPC Peradi Banda Aceh Zulfikar Sawang.

Pada akhir kegiatan, Anwar menyampaikan harapannya kepada para advokat dalam menjalankan profesinya sebagai penegak hukum dan keadilan agar berorientasi nilai ibadah. Sebab, jika seorang advokat hanya berorientasi pada materi atau memenangkan perkara klien, maka nilai yang didapatkan hanya sebatas hal itu saja. 

Sementara jika berorientasi nilai ibadah, sekalipun berperkara sangat sulit atau kalah, sisi pekerjaan yang telah dilakukan tersebut tetap akan bernilai baik di mata Tuhan Yang Maha Esa.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.