Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kasus Omicron di Ibukota Jakarta Meningkat, Bogor Kembali Terapkan Ganjil Genap

Kasus Omicron di Ibukota Jakarta Meningkat, Bogor Kembali Terapkan Ganjil Genap
Kasus Omicron di Ibukota Jakarta Meningkat, Bogor Kembali Terapkan Ganjil Genap

Penulis : Andi Firmansyah

TVRINews, Bogor

 

Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan dalam kota, untuk mengurangi mobilitas warga dan atas pertimbangan penambahan kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta. 

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, mengatakan, pemberlakuan ganjil genap ini dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat yang ingin ke tempat wisata di Kota Bogor. 

Menurutnya, kebijakan ini merupakan gerakan disiplin menahan diri sehingga masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas namun dengan pembatasan mobilitas. Dimana Kota Bogor merupakan penyangga Ibukota, sehingga harus diantisipasi  perkembangan varian Omicron di Ibukota. 

"Dan sekali lagi ganjil genap ini adalah gerakan disiplin menahan diri satu hari saja. Kami berharap ini bisa mengurangi dan juga mendisiplinkan prokes terkait dengan mengurangi mobilitas masyarakat menuju tempat-tempat wisata di Kota Bogor," kata Kapolresta Bogor Kota Susatyo Purnomo Condro, di lokasi, Sabtu (15/01/2022). 

Susatyo mengatakan, ada enam titik check point yang disiapkan, seperti Bundaran Air Mancur, RM Bumi Aki Padjajaran, Simpang Baranangsiang, Simpang Irama Nusantara atau Jembatan Merah, SPBU Veteran dan Simpang Batutulis. 

"Sehingga kami memberlakukan ganjil genap ini untuk mengurai kerumunan di pusat kota dan kami memulai pada pukul 09.00 pagi tadi dan baru satu jam telah diputarbalikan 1.241 kendaraan roda dua dan 721 kendaraan roda empat," kata Susatyo. 

Menurutnya sejak awal Januari terjadi kepadatan kendaraan dari Jakarta menuju pusat Kota Bogor. 

"Jadi evaluasi adanya kendaraan yang berlebihan dan berkerumun. Ini kami laksanakan secara terus menerus dan situasional berdasarkan situasi yang dimonitor di setiap titiknya," ujar Susatyo.

"Kepadatan di setiap ruas jalur, jalan-jalan utama akan kami hitung apabila memang dirasakan sudah berkurang maka kami akan mengurangi intensitas dari pada ganjil genap yang kami berlakukan," pungkasnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.