Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Penumpang Keluhkan Kelonggaran Penerapan Protokol Kesehatan di Garuda Indonesia

Penumpang Keluhkan Kelonggaran Penerapan Protokol Kesehatan di Garuda Indonesia
Penumpang Keluhkan Kelonggaran Penerapan Protokol Kesehatan di Garuda Indonesia

Reporter: Ridzky Kurniawan

TVRINews, Jakarta

Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia, Venny Tresia, mengeluhkan terjadinya kelonggaran penerapan protokol kesehatan. "Setiap terbang saya selalu menggunakan Garuda. Saya bayar mahal, dan saya juga butuh kenyamanan dan keamanan yang pasti," katanya di Batam, Jumat (16/04).

Venny menuturkan jika saat itu dia kembali melakukan perjalanan dari Jakarta pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Batam pukul 11.00. Dua Jam dalam perjalanan di dalam pesawat, ia kembali melihat pramugari tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Misalnya penumpang lain menggunakan masker tapi hanya di sangkutkan di dagu, tidak adanya jarak antar penumpang pada saat turun maupun naik pesawat. 

"Penerbangan dua minggu sebelumnya, Batam-Surabaya juga terjadi hal yang sama. Pramugari tidak ada yang mau menegur beberapa penumpang yang mengunakan masker di dagu, karena kebetulan posisi saya dekat dengan salah satu penumpang tersebut, maka mau tidak mau saya yang menegur," ujarnya sedikit kesal. 

Status Venny bisa dibilang bukan penumpang sembarangan. Dia pemegang kartu Platinum-Elite Plus. Dalam menjalankan aktifitas pekerjaannya, ia harus terbang antarkota dan provinsi di Tanah Air termasuk ke Batam dalam dua minggu sekali. 

Bahkan tambah warga Kemayoran, Jakarta Pusat, masih ada penumpang Garuda yang menggunakannya masker scuba meski sudah tidak dianjurkan. Lagi-lagi, kata Venny, orang tersebut lolos saat masuk badara dan melakukan perjalanan dalam pesawat. 

"Kalau kita naik Garuda akan diberikan makan dan minum. Saat diberikan ada anjuran dari petugas untuk tidak memakan dan minum saat dalam pesawat, kecuali penumpang yang harus memakan obat. Dalam benak saya, kalau gak boleh dimakan dan minum kenapa pada saat perjalanan penumpang dikasih, kenapa tidak pada saat penumpang turun makan dan minuman baru diberikan," keluhnya. 

Kemudian yang disesalkan Venny, saat menegur pada manegement pada penerbangan dua minggu lalu ke pramugari dan manajer hal itu tidak berpengaruh. Buktinya kata dia, kelonggaran prokes masih terjadi dan pramugari masih tetap tidak menegur penumpang yang tidak taat prokes.  

"Saya sampaikan hal ini sama sekali tidak ada maksud dan tujuan apapun. Yang saya harapkan adanya perubahan. Saat ini pemerintah dan instansi lainnya sedang berjuang agar penyebaran Covid-19 tidak meluas lagi. Jangan sampai karena kelalaian ini penyebaran Covid 19 kembali terjadi," tuturnya. 

Venny juga mengatakan dalam waktu dekat akan menyurati PT Garuda Indonesia. Hal itu, kata dia perlu dilakukan sebagai wujud kekecewaan atas apa yang dialaminya. "Saat ini saya sampaikan langsung, dan dalam waktu dekat saya akan mensomasi Garuda. Hal ini saya rasa perlu saya lakukan agar kedepanya ada perubahan, bukan hanya untuk saya, tapi seluruh masyarakat," tuturnya. 

Sementara itu, manajemen maskapai Garuda Indonesia, Syah Reza yang dikonfirmasi wartawan tidak bersedia mengomentari hal itu. Menurutnya, ada porsi jabatan yang layak untuk berbicara kepada media, yakni jabatan Vice President Corporate Secretary. "Untuk hal itu saya tidak ada kewenangan, coba aja konfirmasi ke Vice President Corporate Secretary, saya tidak bertanggungjawab untuk hal itu. Ya nanti saya carikan kontak yang bertanggungjawab," singkatnya.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.