Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Bio Farma Ungkap Alasan Pilih Vaksin Covid-19 Sinovac 

Bio Farma Ungkap Alasan Pilih Vaksin Covid-19 Sinovac 
Bio Farma Ungkap Alasan Pilih Vaksin Covid-19 Sinovac 

Reporter: Christophorus N. Raja

TVRINews, Jakarta

Indonesia telah memakai vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech Ltd. Hingga, kini sudah ada 28 juta dosis vaksin di Indonesia, baik vaksin jadi maupun yang masih berbentuk bahan baku.

Juru bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, mengungkapkan alasan sebenarnya di balik pemilihan vaksin buatan Sinovac Biotech. Menurut dia, ketika pandemi menyerang, dengan melihat jumlah penduduk Indonesia yang banyak, butuh akses vaksin yang cepat. 

“Untuk mendapatkan akses tersebut, kita juga harus melihat vaksin yang akan diambil ini aman, berkhasiat, bermutu,” kata Bambang dalam acara virtual yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (11/2/2021).

Bio Farma lantas melihat daftar siapa saja yang sedang melakukan riset. Dalam pencariannya, terdapat 150 periset yang sedang melakukan pengembangan vaksin. “Berdasarkan lis dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), salah satu periset tercepat adalah Sinovac Biotech Ltd,” ujarnya. Selain itu, Sinovac Biotech pernah menjadi mitra Bio Farma. 

Namun tidak mudah mencari akses vaksin. “Setiap negara harus mengamankan negaranya sendiri. Negara-negara Eropa dan Amerika punya sentral riset sendiri. Mereka tentu mengamankannya," tutur Bambang.

Saat itu, Sinovac Biotech Ltd sedang mengembangkan vaksin tipe inactivated dalam platform virus yang dimatikan dan merekalah pengembang vaksin SARS-CoV-1 yang paling cepat di dunia. “Kebetulan kita juga bisa melakukan itu, jadi kalau ada transfer teknologi bisa. Artinya, mereka sudah ada platformnya,” ujar Bambang.

Kemudian hal tersebut dipertegas dengan adanya kualifikasi WHO atas lini produksi Sinovac Biotech Ltd. Bio Farma juga mempunyai vaksin hepatitis C yang mendapat kualifikasi WHO. “Artinya sudah punya level yang sama dengan kita (Bio Farma), jadi mudah bekerja sama dengan standar yang sama,” kata Bambang.

Editor: Eggi Paksha/Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.